Essays

MENGAJAK ANAK MENJELAJAH DUNIA BARU

asik-3.jpgOleh: Tias Tatanka
Sampai sekarang, setiap melihat kanak-kanak, pikiran saya dipenuhi pertanyaan “apa yang ada di dalam benaknya?” Pandangan mata mereka begitu polos, cara bicara yang lucu, terkadang mereka melakukan hal sama berulang-ulang, yang menurut orang dewasa “begitu tidak praktis”. Itu menurut orang dewasa, tapi bagi kanak-kanak, perulangan itu amat menyenangkan, karena fitrahnya mereka sedang belajar. Hal terakhir sering kita sepelekan, kita cenderung tidak mau meniru proses ‘belajar’ seorang anak, akibatnya sering terjadi orang dewasa mengulang-ulang kesalahan. Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

PENGHARGAAN ITU…

awardwbdku.jpgOleh Gola Gong

Sekitar 2004, KNPI Banten mendatangi saya. Mereka berkehendak memberi anugrah pemuda pelopor kepada saya. Dengan segala hormat saya menolak. Tapi press release kadung menyebar. Pemberian penghargaan itu dilakukan di restoran Istana Nelayan, Tangerang. Saya sempat “dicemooh”, karena “menjilat ludah sendiri” oleh para aktivis mahasiswa di Banten. Apa pasal? Saya adalah termasuk orang yang gencar mengkritik kinerja KNPI Banten, bahkan pernah menyarankan KNPI Banten dibubarkan saja karena tidak transparan soal keuangan, jadi calo anggaran APBD, dan tidak cocok lagi dengan semangat reformasi. Setelah saya jelaskan, bahwa saya menolak penghargaan itu, barulah orang-orang menarik lagi “makian” kepada saya. Continue Reading »

Essays

Comments (2)

Permalink

LEARNING FOR CHILDREN

BY: Gola Gong – Translated by Wawan Husin

Dinner time, Thursday night, dated June, 14, 2007. Bella my eldest daughter shouted proudly happily “Dad, I got total 100 for Maths. The materials from the Diknas”. My wife, Tyas, checked the headmistress of her saying. “Yes, she got 100 for Maths. It is the highest among her schoolmates!” said kata Rahmiani Batubara, the head mistress. At her school, SD Peradaban, Serang – the school applies the multiple intelligence which is issued and pioneered by Howard Gardner - the resources of materials for the lesons are two kinds. First, school-based materials and the other are materials from Diknas. Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

RUMAHKU RUMAH BAGI DUNIA ANAK-ANAK

Oleh Tias TatankaAda hal baru di Rumah Dunia, sepekan terakhir ini. Rumah Dunia memang menggelinding dan selalu berbenah, menata diri, melakukan evaluasi dan tetap inovatif. Karenanya banyak teman yang untuk kali kesekian datang merasakan hal-hal baru di setiap kunjungannya. Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

LEARNING FOR THE CHILDREN

balonbadut-2.jpgBY: Gola Gong – Translated by Wawan Husin

Dinner time, Thursday night, dated June, 14, 2007. Bella my eldest daughter shouted proudly happily “Dad, I got total 100 for Maths. The materials from the Diknas”. My wife, Tyas, checked the headmistress of her saying. “Yes, she got 100 for Maths. It is the highest among her schoolmates!” said kata Rahmiani Batubara, the head mistress. At her school, SD Peradaban, Serang – the school applies the multiple intelligence which is issued and pioneered by Howard Gardner - the resources of materials for the lesons are two kinds. First, school-based materials and the other are materials from Diknas. Continue Reading »

Essays

Comments (6)

Permalink

WHO’s THE LEGAL HEIR of THIS REPUBLIC?

endang.jpgBy Endang Rukmana - the Winner of UNICEF Essay Writing Contest 2004
Translated by Inda Duzih Pikanen, Edited by Johan Kalevi Pitkanen

I am going to start this article with a remote place that is located near the city of Serang, Banten Province: Ciloang Village. It is a simple place, where the children of the village learn to read, write, draw, play games, and also to practice poetry reading and theatrical performances. The place is called ‘Rumah Dunia” (the House of the World).

Continue Reading »

Essays

Comments (1)

Permalink

CENGKILUNG AND GOLA GONG

rumah-dunia_1.jpgBy Wayan Sunarta/Translated by era fh” 

Cengkilung…
gerimis ibarat kata-kata
menetes dari langit
menyentuh lidah
anak-anak masa depan

Cengkilung…/drizzle like the words/dripping from the sky/touching the tongue/of future children. That was an excerpt from spontaneous poem by Gola Gong, written on a straw paper I gave him when he and other friends from Rumah Cahaya Denpasar and Forum Lingkar Pena (FLP) Denpasar visit the Rumah Buku Cengkilung (RBC). Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

SAUNI’S DREAM, OUR DREAM

cover-sauni.jpgby Nina M. Armando
Translated by era fh” yaswari@yahoo.co.id 

Sauni was a little girl of about ten or eleven years old. She went to school everyday and sell noodle chips around her kampong. In selling them, her little sister Iyah would accompany her. Iyah was fond of doll and brought her paper doll wherever she went. Continue Reading »

Essays
Library

Comments (0)

Permalink

PEMULUNG, PENULIS, DAN BARBIE

116_1678.JPGOleh Tias Tatanka

Saya agak heran ketika suatu sore, anak sulung saya, Bella, 7 tahun, mencari kantong plastik besar. Lalu ia bertanya pada saya: “Mamah punya barang bekas, tidak?”

Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

Banten Membaca versus Banten Belanja

baca2.jpgOleh Gola Gong

Masyarakat Serang di awal September 2005 ini sedang memasuki babak baru, setelah puluhan tahun berada dalam wilayah “kegelapan” dimana jika ingin shoping benda bermerek mesti ke Karawaci atau Cilegon, kini akan mendapat karunia dari PT Maju Makmur Sentosa (PT MMS), sebuah mal terlengkap dan modern, yang lokasinya persis di nol kilometer, alun-alun kota Serang. Mal modern itu bisa berdiri dengan cara menghancurkan benda cagar budaya, bekas gedung Makodim (Markas Komando Distrik Militer) 0602 Serang, yang dilindungi Undang-undang No.5 tahun 1992 tentang benda cagar budaya (BCB). Continue Reading »

Essays

Comments (0)

Permalink

Antara Aceh dan Banten Raya

sepedegg_1.jpgGola Gong

Baiklah, aku akan memulai tulisan ini di lobi 2F Bandara Soekarno Hatta, Selasa (13/11) siang. Aku bertemu dengan Budi Putra, wartawan Koran Tempo dan pakar teknologi informasi, dan Andra – wartawan Hai dan Forsel. Aku hendak ke Aceh menjadi pembicara di Seuramo Teumuleh (Aceh Menulis), mereka ke Denpasar mengikuti seminar. Budi mengusulkan, agar pada 2007, Rumah Dunia memasuki era ”Rumah Dunia goes blogging”. Dia bersedia jadi relawan, membagi-bagikan ilmunya, agar komunikasi di Rumah Dunia mulai memakai media blog (majalah online). Continue Reading »

Essays

Comments (5)

Permalink