LAZUARDI, REMAJA KRISIS IDENTITAS

Posted by admin on June 18th, 2008 filed in LaBiRiN LAzuARdI

ts2thumbnail.jpglabirin-1thumbnail.gifOleh Gola Gong

Suatu hari datang seorang anak muda kepada saya. Ia bernama “Lazuardi”; dia bisa kamu, teman kamu; dia remaja kaya, remaja kelas menengah, atau remaja kebanyakan di Indonesia, yang gelisah memikirkan masa depannya. Dia bingung melihat arus globalisasi yang bagai air bah; dia tidak mampu membendungnya. Dia bahkan terseret arus. Dia tidak ingin menanggalkan baju identitasnya sebagai remaja Indonesia, tapi serbuan revolusi fashion, food, dan film dri negeri seberang lautan menterornya setiap saat.

Dia kehilangan arah; didepannya ada labirin dengan banyak jalan persimpangan. Dia tidak mengenal siapa itu Bung karno dan Bung Hatta yang rela dipenjara demi rakyat Indonesia, tapi lebih mengenal Che Guevara, lelaki Argentina yang dikenal sebgai pejuang di negeri Kuba. Che melawan Amerika, sementara remaja di negeri kita menuhankan segala yang berbau Amrika. Bahkan juga para orangtua kita!

Itulah, bagiku sangat menarik menuliskan kisah “Lazuardi”. Bagiku dia adalah sosok remaja negeri ini, yang kebingungan dengan identitasnya. Remaja negeri ini yang tidak mengenal setiap jengkal buminya sendiri. Yang tidak pernah memakan ikan dari lautnya sedniri. Yang tidak memakan beras yang ditanam di negerinya sediri.

Impor, impor!

Semuanya serba IMPOR!

Maka, kutulislah kisah “Lazuardfi”, remaja gelisah yang terjebak di dalam labirin kehidupannya! Yang mendambakan melihat fajar dan senja di cakrawala! Yang merindukan wangi lumpur dan harum padi menguning. Yang menginginkan rongga paru-parunya terisi udara pegunungan!

Maka, bacalah!

Adikku, sahabatku, kelak kamu akan menemukan, bahwa “Lazuardi” adalah juga bagian dari dirimu sendiri. Jika begitu, mari kita sama-sama berkaca pada kisah ini. Kita semua maklum, bahwa kadang kesalahan selalu kita ulang-ulang. Kita lupa untuk belajar pada kesalahan.

Salam persahabatan!
Gola Gong

Rumah Dunia, 16 Januari 2007


One Response to “LAZUARDI, REMAJA KRISIS IDENTITAS”

  1. kiri al-Kasemeni Says:

    …sebagaimana kebanyakan, jargonnya boleh juga. ‘Dengan kata kami mengenggam dunia’.
    Konkritnya saja–gak usah bicara muluk2, membahas terlalu jauh, apa yang sudah Anda lakukan untuk kami?

Leave a Comment