Seri Kecil Kecil Punya Karya : KEMENANGAN NYATA ANAK ANAK INDONESIA

Posted by admin on June 15th, 2008 filed in Cliping

 bella-gg.jpgbella-bedays.jpg Oleh Fan Fan F Dharmawan - Promosi dan Komunikasi Mizan

Penulis cilik Asal Serang, Banten, Nabila Nurkhalishah Harris, putri pasangan Gola Gong – Tias Tatanka diundang oleh Penrebit Mizan untuk ikut dalam acara ”Deklarasi Penulis Cilik Indonesia” di Pesta Buku Jakarta, 5 Juli 2008. Acara yang bertempat di Ruang Anggrek itu berlangsung pukul 10.00 WIB, akan dihadiri oleh penulis cilik lainnya seperti Abdurahman Faiz, Sri Izzati, dan Caca. Ini adalah kabar bagus bagi perkembangan dunia literasi di Serang khususnya dan Banten umumnya, yang sedang getol-getolnya mengusung ”Banten Membaca” yang dimotori Rumah Dunia.

bellbi.jpgKARY A ANAK

            Seri Kecil Kecil Punya Karya, adalah sebuah seri yang menerbitkan buku yang ditulis oleh anak anak Indonesia. Buku ini berisi kumpulan cerita pendek, novel, puisi, illustrasi, dan cerita yang diangkat dari kisah nyata. Untuk menerbitkan tulisan di seri ini, penulis harus berusia maksimal 12 tahun ketika tulisan itu dibuat. Sementara buku mengalami proses setting di penerbit, dan penulis sudah melampaui usia maksimal, maka usia penulis yang dicantumkan, adalah usia ketika ia menulis buku tersebut.

Seri ”Kecil-kecil Punya Karya” pertama kali diterbitkan pada tahun 2003 dengan menerbitkan 2 judul buku Untuk Bunda dan Dunia (kumpulan puisi) karya Abdurahman Faiz, dan novel Kado Untuk Ummi karya Sri Izzati. Pada saat diterbitkan, kedua penulis itu berusia 8 tahun. SedangkanNabila Nurkhalishas Harris yang biasa disapa ”Bella”, yang kini di Kelas 5 Jungle Peace, SD Peradaban Serang, ketika menulis ”Beautiful Days” (Mizan, Desember 2006, kini cetakan kelima) sejak berumur 7 tahun.

bella.jpgKata Bella, ”Novel pertama Bella (Beautifull Days – red) ditulis setahun, lho. Waktu itu umur Bella 7 tahun. Dikirim ke Om Ali Muakhir di Mizan sama Papah tahun 2006. Nunggu dicetak, lama. Setahun. Pas umur Bella 9 tahun diterbitkan. Jadi nggak bisa rekor MURI kayak Qurrota Aini.”

Bagi Gola Gong, novel Bella adalah novel anak yang ditulis oleh anak-anak. ”Ini luar biasa. Saya pernah nulis novel anak berjudul ’Jendral Kecil’, diterbitkan Mizan pada 2006. Tapi, gagal. Saya salut sama Mizan, karena sudah memberi kesempatan kepada para pnulis cilik. Dulu ketika kecil, saya juga sudah menulis cerita, tapi tidak ada penerbit seperti sekarang. Kesempatannya belum ada. Sekarang banyak. Maanfaatkanlah sebaik mungkin bagi anak-anak,” Gong panjang lebar bicara.

 

BANJIR NASKAH ANAK

Awalnya ini adalah sebuah misi dari Penerbit Mizan untuk membuktikan pada masyarakat, bahwa Mizan adalah penerbit yang mengakomodir karya anak-anak Indonesia dalam bentuk tulisan. Selain itu, secara tidak langsung Mizan adalah penerbit pertama yang menantang anak-anak Indonesia untuk berkarya di bidang tulisan dan selanjutnya diterbitkan selayaknya penulis profesional.

Diluar dugaan, proyek yang berlandaskan misi idealisme perusahaan penerbitan ini, juga merupakan proyek yang memiliki daya tarik tinggi. Respon masyarakat pembaca buku, yang awalnya menyangsikan kualitas tulisan anak-anak yang diterbitkan lalu dijual, berbalik seiring dengan membanjirnya dukungan dari berbagai pihak.

Untuk kumpulan puisi karya Abdurahman Faiz misalnya. Karya puisinya dipuji oleh kalangan sastrawan seperti Sapardi Djoko Damono, Taufik Ismail, dan pengamat media Nina Armando. Novel Kado Untuk Ummi, dipuji pembaca terbukti dengan banyaknya undangan kepada Sri Izzati untuk diwawancara di media, dan mengisi talk show tentang buku dan kreativitas. Juga Nabila Nurkhalishah Harris yang di novelnya ditulis dengan nama panggilan ”Bella”, sudah banyak mengisi acara di Metro TV, O Channel, dan Trans TV, Bahkan diundang sekolah SDIT Aisyah Tangerang dan beberapa sekolah lainnya di Banten.

Tayal lagi, penerbit Mizan yang sudah mempersiapkan judul berikutnya di seri ini, kebanjiran naskah dari ratusan penulis anak-anak di seluruh Indonesia. Ini membuktikan bahwa potensi di bidang tulis menulis anak-anak Indonesia, sangat besar dan perlu ditangani secara serius. Pengirim adalah juga pembaca Seri Kecil Kecil Punya Karya, yang merasa ingin meningkatkan prestasinya di bidang tulis-menulis. Bella sendiri sudah tidak sabar menunggu novel keduanya; It’s My Bedroom, yang kini sedang dicetak.

 

BEST SELLER

            Pembaca dari kalangan dewasa dan orang tua, baru tersadar bahwa ternyata ada penerbit di Indonesia yang berani menerbitkan karya anak-anak. Tentu saja, mereka memiliki analisa bisnis dalam menilai seri ini, dengan sedikit kesangsian ‘apakah mungkin ada yang mau membaca buku yang ditulis oleh anak-anak Indonesia?’

Membanjirnya naskah dari penulis anak-anak adalah satu anugrah bagi Mizan sebagai penerbit. Ini menunjukkan bahwa aset penulis Indonesia masa depan, tidak akan mati bahkan akan bertumbuh. Tapi bagaimana dengan kelayakan bisnis nya?

Penjualan produk Seri Kecil Kecil Punya Karya, tidak hanya mengangkat citra Mizan sebagai penerbit yang optimis pada perkembangan dunia literer anak, tapi juga menguntungkan secara finansial.

Penjualan judul-judul di seri ini begitu menakjubkan alias best seller. Angka penjualan rata-rata per judul, telah terjual lebih dari 5000 eksemplar. Salah satu contoh angka tertinggi misalnya, judul Two Of Me karya Sri Izzati, sejak diterbitkannya tahun 2006 telah terjual sebanyak 12 ribu eks. Buku kumpulan puisi Abdurahman Faiz, Untuk Bunda dan Dunia terjual lebih dari 11 ribu eks di tahun pertama. Sebuah angka penjualan yang hebat, untuk sebuah buku puisi yang ditulis oleh anak berusia 8 tahun.

Contoh lain adalah My Piano My Best Friend karya Ramya yang terbit tahun 2008, terjual lebih dari 1000 eks dalam satu bulan. Tak ketinggalan, putra – putri para penulis handal di Indonesia, ikut meramaikan seri ini. Sebutlah Bella, putri dari Gola Gong, penulis legendaris Balada Si Roy yang populer tahun 80-an. Bella telah menghasilkan 2 judul di seri ini. Buku pertamanya; Beautiful Days selama setahun sudah lima kali cetak ulang. Buku keduanya; It’s My Bedroom, Juli ini rencananya trbit, insya Allah, akan best seller lagi, karena ceritanya orisinil dunia anak-anak, yaitu tentang anak kembar yang rebutan kamar.

Ada juga Abdurahman Faiz, putra dari Helvy T.Rosa penulis yang menggagas kelahiran genre fiksi Islami di Indonesia. Juga Caca, putri dari Asma Nadia, penulis buku best-seller yang terkenal dikalangan pembaca remaja saat ini.

Seri Kecil-Kecil Punya Karya secara berturut-turut menerbitkan beberapa judul diantaranya    

  1. Dunia Caca (kumpulan cerpen): Putri Salsa th.2004
  2. May, si Kupu-Kupu (novel): Dena th.2004
  3. Nasi untuk Kakek (kumpulan cerpen): Qurrota Aini th 2004 (meraih rekor MURI sbg Penulis Antologi Cerpen Tercilik Indonesia)
  4. Dragon War (novel dlm bahasa Inggris): M.Faikar th.2004
  5. Bola Kecil Aisha (kumpulan puisi dan ilustrasi): Aisha th.2005
  6. Beautiful Days, Bella, 2007

            Seri Kecil-Kecil Punya karya saat ini memiliki koleksi terbitan 33 judul, dari 21 penulis anak. Ini merupakan seri yang mengorbitkan banyak penulis cilik Indonesia, dan lebih banyak lagi anak-anak, yang kini sedang tertantang untuk menjadi penulis.

            Penerbit Mizan pun menjadi penerbit yang paling banyak menerbitkan buku yang ditulis oleh anak-anak di Indonesia.

            Inilah sebuah bentuk nyata perkembangan dunia literer di Indonesia. Diantara ratusan ribu judul buku yang beredar di pasaran, anak-anak ini telah berhasil meraih puncak dan menancapkan bendera kemenangan. Tidak hanya kemenangan bagi dirinya, tapi juga kemenangan bagi seluruh anak – anak Indonesia.

Untuk merayakannya, Penerbit Mizan akan mengadakan kegiatan ”Deklarasi Penulis Cilik Indonesia” di Pesta buku Jakarta, 5 Juli 2008, pukul 10.00 WIB. Bella, salah seorang penulis cilik asal Serang, Banten, termasuk di dalamya. (Fan Fan F Darmawan, Promosi & Komunikasi  Mizan)

 


 

 

 

Leave a Comment