“THE JOURNEY” GOLA GONG GRATIS! AYO, BURUAN AMBIL!
Posted by admin on May 22nd, 2008 filed in RaK BuKU![]()

Awal Mei ini Gola meluncurkan buku tentang perjalanannya; The Journey. Diterbitkan oleh Maximalis (lini Salamadani), Bandung. Untuk teman-teman yang senang jalan-jaan, kudu beli buku ini. Tapi, kalau ada yang mau gratis, ayo, ada 2 buku “The Journey” dari Maximalis untuk kalian. Syaratnya, tuliskan 1 paragraf saja penalaman kamu saat bepergian. Apakah itu pengalaman melihat keindahan laut, gunung, senja, dll.
Contohnya: “Aku terbangun. Ombak perlahan memukuli dinding kapal kayu Pare-pare - Banjarmasin yang aku tumpangi. Laut hitam. Diam. D langit bintang gemerlapan, bagai tongkat para malaikat. Aku merasa sedang berada di telapak tangan raksasa. Maut mengancamku dari arah mana-mana.”
Nah, ditunggu, ya! Tulis alamat rumah dan emailmu.
28 Responses to ““THE JOURNEY” GOLA GONG GRATIS! AYO, BURUAN AMBIL!”
Leave a Comment
Meta:
Links:
- FORUM LINGKAR PENA
- GaBrieL
- GoLA GonG
- Jordy
- NaBillA
- Natasha
- Please support us!
- THE WORLD HOME
- Tias Tatanka
- Artifact
- BalaDA SI RoY
- BukuKu Hatiku
- Cliping
- CurHAT
- Drawing
- Essays
- I LoVE BanTEN
- JejAK KarYA
- JeJAK-jejAK RuMaH DunIA
- JurnAL RUmAH DunIA
- LaBiRiN LAzuARdI
- Library
- MusikKU
- My Book, My Heart
- Photos
- Poem
- RaK BuKU
- Short Story
- The World Home
- Tips
- fauzan sigma on BANTEN DAN KOTA-KOTA LAIN DI JAWA
- fauzan sigma on COVER BALADA SI ROY VERSI WEDHA DI GRAMEDIA
- nazla_hilal on SAJAK-SAJAK UNTUK “CINTAMU SELUAS SAMUDRA” (2)
- pandhu on COVER BALADA SI ROY VERSI WEDHA DI GRAMEDIA
- pandhu on SEPULUH BUKU BALADA SI ROY DIJADIKAN 1 BUKU SEPERTI MUSAHSI
- somemap on SEPULUH BUKU BALADA SI ROY DIJADIKAN 1 BUKU SEPERTI MUSAHSI
- publisher connector on SEPULUH BUKU BALADA SI ROY DIJADIKAN 1 BUKU SEPERTI MUSAHSI
- BANTEN DAN KOTA-KOTA LAIN DI JAWA
- BELLA IN ACTION
- NOMOR MOBILKU DAN NOMOR MOBIL CRISTIAN0 RONALDO
- BERPETUALANG ALA KELUARGA
- COVER BALADA SI ROY VERSI WEDHA DI GRAMEDIA
- SEPULUH BUKU BALADA SI ROY DIJADIKAN 1 BUKU SEPERTI MUSAHSI
- TENTANG KELAS MENULIS RUMAH DUNIA
- Amazone
- AsmA NadiA
- Beautiful Days
- Budi Putra
- DikNas
- Film Banten
- GagasMedia
- Gema Insani
- Gramedia
- Helvy Tiana Rossa
- imdb
- Inside Indonesia
- Keluarga Pengarang
- KomunitAS Lapanpuluhan
- PenGanyAM KaTA
- Pipit Senja
- Relawan Rumah Dunia
- Rumah Dunia
- Solidaritas Kebersamaan
- Tiga Serangkai Solo
- To Talk Everything
- Traveller
- Yahoo
Available in two versions: English and Indonesian
SENJATA PENA:
Hidup adalah Perjalanan Panjang Menuju Tempat Abadi di Sisi-Nya. Hidup akan ada akhirnya. Maka bertebaranlah di muka bumi dengan berbuat kebaikan. Berbagilah dengan sesama, penuh kasih sayang. Sebarkanlah setiap tetes ilmu yang kita miliki. Lawanlah kebatilan yang menelikung dengan yang kita mampu. Pena adalah senjata dari perlawanan itu. Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri ini yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING! DAN JANGAN MERASA BENAR, TAPI BERBUAT BENAR!
MY PROFILE:
Call me Gola Gong. I am a profesional writer (novel, TV Program, movie), based in Serang, Banten, Indonesia. I love and respect to Nabi Muhammad, Bung Karno. Muhammad Ali, Peter Gabriel, Genesis, John Lennon, Mick Jagger, Gandhi, Tagore, Kahlil Gibran, John Anderson, Yess, Karl May, Pink Floyd, Mark Twain, Hemingway, Iwan Simatupang, Fariz RM, Teguh Esha, Pipit Senja, Pramoedya Anantatoer, and Koes Plus. Tias Tatanka is my beloved wife. I got 4 children; Bella, Abi, Odi, Kaka. I have a community like learning centre; the name is Rumah Dunia (the world home) and Forum Lingkar Pena (Muslem Writers Community). You can call me up at 081513310132 and send me email to gm_cakrawala@yahoo.com
MAGICAL WORDS: Bukan merasa benar, tapi berbuat benar!
Aku taburkan rumput di halaman belakang, di antara pohon lengkeng dan mangga, sudah tumbuhkah bunganya? Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak, di seberang istana merpati, yang tak pernah terkurung, karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh, melihat angkasa dan bintangbintang, dari atap rumah kita. Aku akan ceritakan kelak pada anakanak, tentang matahari, bulan, laut, gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah, aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara (Tias Tatanka)
MARI KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL DI "ODE KAMPUNG 3: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-INDONESIA", 7-10 NOVEMBER 2008 DI RUMAH DUNIA, KOMPLEK HEGAR ALAM 40, PINTU TOL SERANG TIMUR, KEMANG PUSRI, KAMPUNG CILOANG, SERANG 42118
Dana sementara untuk "Ode Kampung 3": 1) Kas Rumah Dunia Rp. 5.000.000,-, 2) GG Rp. 2.000.000,-, 3) Fahri Asiza dkk Rp. 1.000.000,- 4) Siapa menyusul?
PESAN SEORANG AYAH KEPADA ANAK LELAKI:
Kau harus berani mengatakan "tidak" untuk yang salah dan "ya" untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka.
Bookmark
Archives
BANTEN MEMBACA ADALAH SEBUAH GERAKAN YANG DINIATKAN UNTUK MENUJU BANTEN BARU, YANG TIDAK DIIDENTIKKAN LAGI DENGN BUDAYA KEKERASAN SEPERTI JAWARA, SANTET, TELUH, BLACK MAGIC!
THE WORLD HOME: My home, the World Home. I build her on words. My home, the World Home, I build her with many meanings. My home, the World Home. I build her with all my Love. From day by day, together we build the country. From time to time, We will stand hands in hands. Banten, Banten our homeland. My Lord, bless the country My Lord, sky and seas be always blue (By Wawan Husin)
My Heart
My Locker
Categories
Say Hello
Hot Issues
PLEASE SUPPORT RUMAH DUNIA (THE WORLD HOME)
RUMAH DUNIA part of the WORLD PEN FOUNDATION (Yayasan Pena Dunia) is active in social and education circles. Registered by the notary public Mr. Fachrul Kesuma Dharma, SH and Instruction Ministry of Judicial Affairs and Human Right number C-1580.HT.01.02/2006/July 31st . Registration of tax: 02.566.373.3 – 401.000. Rumah Dunia gives an opportunity to everyone to participate in developing human resources, especially children and teenagers in Banten. The donation may be in the form of books, pencils, pens, paper, erasers, crayon, and money. The donation is not binding. We will use the donation to add the collection, fund the activities, and buying competition presents. All of those are conducted in other that the children be diligent to come to Rumah Dunia. Therefore, they are clever, critical, and happy facing their life.If you interest to support us, please to Bank Account on behalf of YAYASAN PENA DUNIA Cq. Heri Hendrayana Harris
Bank Rakyat Indonesia Serang, Banten – Indonesia No. 0084 – 01 – 034240 – 50 - 5
Blogroll
BUKU-BUKU TERBARU GOLA GONG: Cinta-Mu Seluas Samudra (Mizania), The Journey (Maximalis, Salamadani), Musafir (Salamadani), Nyesel Gak Nulis Seumur Hidup (Salamadani), Ini Rumah Kita Sayang (GIP), Menggenggam Dunia (Dar! Mizan), Labirin Lazuardi (Tiga Serangkai)
Copyright © GOLA GONG: THE WORLD HOME | Powered by WP | Diary Notes theme released by Top Tut and LW Design

May 24th, 2008 at 6:48 am
Aku tak berkedip. Mentari mengintip di sela-sela awan tipis kelabu. Langit barat menjadi tembaga. Angin masih saja mengayun air di pantai Anyer, menyeretnya menjadi ombak yang memecah di bebatuan di mana aku duduk. Aku biarkan saja cipratan air laut membasahi badanku karena di kejauhan sana mentari yang sesiang tadi telah menebar kehidupan akan tidur di balik Pulau Sumatra.
-oOo-
Email: arif(at)widarto.net
Alamat: Graha Sevilla Blok T.02 No. 15, Citra Raya - Tangerang. Banten 15710
May 25th, 2008 at 8:59 pm
orang asing mendekatiku sembari memohon bantuanku saat aku baru turun dari metromini di depan terminal pasar minggu. Entah kenapa, aku sempat nurut sama orang asing itu. Namun, di tengah perjalananku, aku sempat bergumam dalam hati. “Bismillah. Ya, Allah. jauhkan aku dari marabahaya dan orang-orang jahat.” tepat saat itu aku menghentikan langkahku sambil berseru. “Mas, aku buru-buru ke rumah teman nih,” aku langsung memasuki angkot yang berhenti di depannku.
May 25th, 2008 at 9:04 pm
Ups alamatnya lupa…he7
eda ervina (bintangkebebasan@yahoo.co.id)
d/a : puri rent.
jl. kebun jeruk raya no.06, rawabelong. jakbar 11480
May 25th, 2008 at 11:28 pm
Laut menari mengiringi matahari yang pamit dari tugasnya hari ini.
Dan surya pun mengintip malu-malu dari balik awan mendengar nyanyian laut. Awan melukiskan kubah mesjid, langit tak berujung di Losari. Ingatku akan kebesaran-Nya..kuasa-Nya menggambar pemandangan yang menarik nafas tiap insan yang melihatnya
Jl.Cilosari I/29
blok FF 13 sektor 6 bintaro jaya tangerang 15224
May 26th, 2008 at 2:19 am
mesin bus PMTOH masih berderu. dari semalaman juga seperti itu. ternyata aku belum juga sampai jakarta. masih berada di jalur Lintas Sumatra. Deretan kelapa sawit yang masih berumur muda terlihat rapi sekali. sebagiannya tertutupi kabut tipis. karena hari belum begitu terang. ketika kaca bus kubuka, terasa hawa dingin menggigit kulitku. huh… segar sekali berada dialam terbuka. merasakan sejuknya udara. barisan kelapa sawit muda itu belum juga habis. sambung menyambung membentuk pagar. sepertinya aku akan berlaju diantara raksasa sawit yang besar. terkadang kubertanya, kapan habisnya engkau sawit?
feri Mahdi selian
Kampus LIPIA jl. Buncit raya no 5A
ragunan-pasar minggu
jakarta selatan
12550
email; feri_selian@yahoo.co.id
http://www.sayapimpian.multiply.com
May 26th, 2008 at 10:58 pm
CITARIK YANG MEMUKAU HATI…….
Sang surya memancarkan kegagahan sinarnya hingga menusuk pori-pori saat aku dan serombongan teman-temanku berteriak riang bercampur tegang, berpacu antara jantung dan adrenalin mengalahkan derasnya air sungai Citarik. Deru simfoni orkestra alam menyajikan kenikmatan dan sensasi tersendiri. Panorama yang eksotis dan alam yang asri menambah kemolekan liukan sungai yang membentang. Burung-burung terbang melintas di atas kepala, ranting pepohonan dan dedaunan menjuntai indah nyaris menyentuh bibir sungai, batu-batu besar menyembul dengan tegap di antara ombak air yang saling bertubrukan satu sama lain. Hempasan air yang garang menyapu seluruh tubuhku dari atas hingga bawah. Peluh dan lelah tak terasa sama sekali. Yang ada hanya sebuah sensasi keinginan lagi dan lagi…!! Seorang temanku terpental keluar dari perahu karet ketika derasnya air tak sanggup ia tahan seorang diri. Sejenak kecemasan bersemayam dalam dada…hingga akhirnya aku dapat bernafas lega….we r safe now…..Wow….I’ ll be there again!!!
Dessy Permata Sari
Jl. H. Shibi No.17 RT 006/01
Srengseng Sawah, Jagakarsa
Jakarta Selatan 12640
May 27th, 2008 at 1:15 am
[…] Nah, Gola Gong membagi dua buku “The Journey” secara gratis. Syaratnya, Sampeyan hanya perlu menulis satu paragraf yang menceritakan kisah perjalanan Sampeyan. Tertarik? Silakan langsung ke halaman ini >>>>>>> […]
May 27th, 2008 at 7:28 am
Aku hanya bisa diam dan pasrah. Tidak ada yang dapat aku lakukan kecuali aku duduk dan mencoba memejamkan mata. Dua tahun lalu, di atas pesawat aku melihat hamparan laut yang begitu luas dan indah saat aku menyeberang dari Narita ke Los Angeles. Sepuluh jam lamanya aku terhanyut melihat laut biru yang menggapai-gapai seakan ingin memelukku. Desiran angin dingin bercampur es seolah masuk ke dalam tubuh pesawat dan aku hanya pasrah pada keajaiban dari Tuhan. Aku sungguh kagum dengan keindahan laut yang belum pernah aku lalaui. Sungguh indah karyamu Tuhan.
Heribertus Heri Istiyanto
SMA Kolese De Britto Yogyakarta
Jalan Laksda Adisucipto 161 Yogyakarta
55281
Email: sebelasseptember@yahoo.com
Blog: http://istiyanto.com
May 27th, 2008 at 8:31 pm
AKU INGIN MENGGENGGAM DUNIA!!!!!!!
Hembusan angin syahdu mampu menggetarkan jiwa yang sepi. Di Batujaya (Krawang) aku merasakan kedamaian. Disini kulihat artifak kebudayaan leluhurku berada. Dalam sejarah, dahulu tempat ini adalah surga bagi para biksu. Tapi, kini reruntuhan peradaban itu bisu meninggalkan tanya bagiku. Dalam bingung kulihat hamparan padi hijau yang luas. Disana, Burung gereja menari bersama ombak dedaunan padi. Aku terpana. Oh Tuhan, benamkan aku dalam samudera ke Maha Esaan-Mu yang Maha Luas. Fabi Ayi Ala’i Rabbikuma Tukadzdziban.
Hendra Permana
Jalan Tuba No 91 Rt/Rw 03/01 Karanganyar Winduhaji Kuningan Jawa Barat 45516
May 27th, 2008 at 9:04 pm
Saat Bersepeda Gembira
Aku lupa bulan apa persisnya, tapi yang jelas masuk tahun 2008. Aku belum pernah ikut sepeda gembira sebelumnya. Pas temen-temen Nasyiah pada ikut daftar, akhirnya aku terprovokasi untuk ikut juga. Ikutlah aku pada hari Ahad pagi-pagi bersepeda bareng dua belas ribuan orang. Start dari Jogja Expo Center (JEC) Janti, melewati Jalan Solo sampai ke Tugu, trus menyusuri Jalan Malioboro sampai Kepatihan belok kiri tembus ke perempatan Gondomanan, ke timur balik lagi ke JEC. Seandainya hari biasa aku musti melewati jalur itu dengan bersepeda, sepertinya gak bakal sanggup. Panas dan padat kendaraan bermotor ditambah klakson-klaksonnya
May 27th, 2008 at 9:21 pm
sambungan yang tadi…
karena gak sabar menunggu orang bersepeda. Ternyata akau sanggup melewati rute itu, tanpa capek dan pegel kaki, yang ada justru malah seneng. Apa itu karena dari rumah menuju lokasi start-finish, aku pake motor? Yang jelas aku berhasil ikut sepeda gembira meski gak dapet hadiah. Perjalanan ini jadi istimewa karena aku bisa merasakan suasana jalan protokol di Jogja yang lenggang di pagi hari dan bisa bareng-bareng dengan komunitas pecinta sepeda. Bersepeda memenuhi hampir setengah badan jalan. Sesuatu yang jarang aku alami.
May 27th, 2008 at 9:22 pm
aduh.. alamat lupa
Kurniasih Prihantari
tujuhpemuda@yahoo.com
Jalan Pareanom 5 C Patangpuluhan Jogja 55251
May 27th, 2008 at 10:51 pm
Dengan berat hati kucoba melangkahkan kaki di lautan pasir ini. Jantungku berdegup kencang seakan-akan meminta untuk dilepaskan. Tatapan mataku sedikit ragu memandang puncak Mahameru..(yah..sudah terlalu siang, pikirku). Namun tekadku mengalahkan segalanya. Kucoba melalui dinding-dinding pasir yang seakan hendak luruh dibawah kakiku… dan ternyata betul dugaanku.. 8 meter dari bawah puncak kulihat awan hitam tebal mengepul seakan menolakku untuk menjamah mahamerunya. Terbelalak mataku sambil berteriak..”Allah Akbar”…. nyaliku menciut dan dalam hitungan detik dengan beralaskan pantat aku sudah berada dibawah kembali. Yah….aku masih ingin hidup!!!
Wiwied
Graha Sunan Ampel A-27 Surabaya
May 28th, 2008 at 6:33 pm
Sedudo, pesona keindahan Nganjuk
butiran-butiran air itu senantiasa memanggil. acapkali kupandangi, ada keteduhan membelai, menyelesap pori-poriku. sedudo di nganjuk memang bukan niagara. namun pesonanya mampu membiusku untuk datang, menatap kilau, dan merasakan kehangatannya. siang itu aku bagai terlempar ke masa lalu yang senyap, tanpa keangkuhan kota, tanpa basa basi urban, dan tanpa ketergesaan.
Syaifuddin
Komplek Cibubur Vila Blok D-19 Rt.006/ 01 Jatisampurna Kranggan Bekasi 17433
May 28th, 2008 at 7:02 pm
Pelukan Semesta di Puncak Penanjakan, Gunung Bromo.
Semburat jingga menyapu wajahku, semakin kutatap mentari yang masih malu-malu semakin panas merambati kulitku. Mentari pagi semakin sempurna menyembulkan bulat wajahnya, jingga sempurna, amazing!! Mataku masih terfokus dengan pemandangan luar biasa didepanku, jingga yang semakin menguning, semakin menyilaukan. Momen indah itu akan segera berlalu, ketika kuarahkan pandang mataku ke angkasa yang membiru, diketinggian beribu meter, diatas puncak Penanjakan Gunung Bromo, betapa saya seperti seekor lalat yang menempel tak berdaya. Kualihkan pandang dibawah sana, hamparan padang pasir, dan siluet kawah Gunung Bromo begitu eksotik, Hawa dingin yang masih menyergap seakan mengukuhkan pelukan semesta ditubuhku.
Siwi L.H.
cahayabintang@wordpress.com
Jalan. Pacar Kembang VD no 25 Surabaya
Note: saya teringat Majalah Hai yang kupinjam dari Kakakku yang juga pinjam dari temennnya, satu yang tak pernah lewat saya baca Balada Si Roy ama Coki si Pelukis Cepat. Setiap selesai membaca Balada Si Roy, saya selalu merasakan sensasi…apa ya…deja vu…yah semacam gitu lah… MAs Gola katanya sakit ya..? kalau mmg bener Syafakallah… kalo infonya salah semoga Allah selalu menyehatkanmu dalam keberkahan Amin…
May 28th, 2008 at 8:14 pm
18 lilin menyala disini di tengah malam dalam hati yang turut malam. Ada rasa yang amat lebam ketika kembali merasakan kesendirian yang sangat dalam, ketika seharusnya malam ini kutertawa, ketika seharusnya malam ini ada mama dan papa, ketika seharusnya malam ini ada hadiah-hadiah mungil, ketika seharusnya malam ini ada kerabat, ketika seharusnya malam ini ada sahabat. Tetapi tidak demikian yang terjadi, yang ada hanya terang dari 18 lilin putih yang menyala diatas peraduan ulang tahun, yang ada hanya alunan sendu dari hati yang inginkan batas makna kesendirian, yang ada hanya sekuntum doa yang mengembang beriringan dengan luapan sungai air mata yang selalu pasang acap kali menyadari jati diri. Andai ada si-Kaki Syurga, mungkin makanan terlezat buatan tangannya telah terhidang disini menemani 18 lilin yang terang dan tak pernah dapat terang. Andai ada si-Bijaksana,mungkin ada sesuatu yang menarik yang beliau hadiahkan agar ada tawa dalam bibirku. Tetapi tidak itu semua, jasad si-Kaki Syurga dan jasad si-Bijaksana telah terkubur dalam bumi. Heeiii…mulai gerimis rupanya,ternyata langitpun turut mengerti keinginan hati ini yang melankolis dan ingin ditemani dalam rintiknya. Duduk ku kini bergeser ke tepi ruangan dimana ada jendela besar dan kurapatkan kedua tangan didada agar dingin tak sampai mengalahkanku. Kubayangkan wajah mama di atas langit sana yang sedang menangis haru melihat aku sedang merayakan ulang tahunku seorang diri, dan gerimis ini adalah air matanya yang menghantarkan pesan kerinduan terdalam yang tak pernah dimiliki atau dirasakan oleh siapapun. Kubayangkan pula angin dingin yang berhembus ini adalah penantian yang panjang untuk kami bisa bersama lagi. Mama…kita pernah bersama dahulu, bahkan sangat dekat tanpa jarak. 9 bulan dalam kandunganmu, adalah masa terindah dari yang amat indah karena ada ketulusan cinta dan kasih sayangmu mendampingiku setiap detik. Hingga mama harus pergi menghadapNYA karena hanya untuk melahirkan aku yang nyatanya sampai saat ini tak pernah berbuat sesuatu yang membahagiakan mama. Sejenakpun terlintas, adakah selimut disana untuk mu ma…??? Tak ku tunda lagi, pejam mataku dan terbesit beberapa doa dengan harapan doa ini bisa menjadi selimut penghangat mama yang mungkin kedinginan dialam sana. Lalu suasana menjadi sedikit tenang, lebih tenang dari beberapa detik lalu. Kurasakan bahwa mama tadi ikut meniupkan lilin-lilin ini bersamaan dengan ku. Terang lili-lilin tadi kini hilang setelah kutiup….ku letakkan peraduan ulang tahun ini ketempat semula. Kulihat lagi di atas sana….gerimis telah pergi dan berganti dengan langit yang indah di penuhi bintang dan cahaya pembiasan matahari yang disampaikan oleh bulan. Hhhhmmmm….sekali lagi kulihat mama tersenyum diatas sana, melambaikan tangannya dan kubalas lambaian tangan mama….lalu wajah mama hilang perlahan…. Kuraih selimut tebal ini, berharap ada hangat yang masih tersisa darinya. Kubaringkan tubuh yang lusuh ini dalam pembaringan tidur, dan perlahan ada rasa kantuk yang amat sangat…. (sekali lagi mama berkata), “selamat tidur anakku, bermimpilah bahwa kita masih bisa bertemu nanti disana…dalam kehidupan dan kebahagiaan yang lebih kekal…..”
Mohammad Iqbal
Jln.raya Rajapolah, no 122, Kec Rajapolah, Kab Tasikmalaya
Kode Pos 46155
May 29th, 2008 at 11:09 pm
Mukaku mendadak memerah tak hanya itu bahkan aku tiba-tiba dihinggapi rasa cemas yang begitu memburu, ketakukan yang teramat sangat.
mataku melirik jam dipergelangan tangan jam 23.30, ach masih terburukah kereta terakhir? sementara laki-laki dengan muka tak bersahabat tadi membangunkanku dengan sedikit teriakan kurang sopan, yach ini memang salahku, aku tertidur hingga di station Tung Chung, station terakhir buru-buru aku meminta maaf dan segera berlari keluar, tapi lagi-lagi aku salah. ini bukan hanya station terakhir melainkan mungkin sekarang aku berada di tempat perhentian kereta api bawah tanah ( MTR). ingin rasanya aku menangis, tapi aku tahu percuma aku bertanya bagaimana aku bisa ke station untuk mengejar kereta sementara waktuku tidak banyak lagi, tapi ini negara Hongkong yang peraturan tetap harus ditaati, kereta terakhir sudah berangkat dan satu-satunya solusi aku tinggal didalam kereta untuk naik di kereta pertama jam 6 pagi besok hari ataukah harus keluar naik TAXi, akhirnya taxilah plihanku karena kau tak mungkin keluar rumah sampai tidak pulang meskipun berarti harus rela kehilangan hampir 2 hari waktu kerjaku untuk membayar Taxi untuk malam itu.
Dian Retno Megawati
Jl. Al-falah no 48 Rt 33
kel baru ilir, kec balikpapan barat
balikpapan 76131
kal tim indonesia
May 30th, 2008 at 12:42 am
Makam Imam Syafi’i terletak di kawasan yang cukup kumuh. Penjual kofta (daging giling), kedai teh, kuda dan ayam yang berkeliaran, serta genangan air jalanan berbaur menjadi satu. Namun semuanya tidak mengurangi niat para peziarah—terutama dari Asia Tenggara—mengunjungi tempat peristirahatan terakhir sang Imam. Sore itu pun aku dan teman-teman berpapasan dengan rombongan wisatawan dari Indonesia. Tampaknya mereka sekeluarga baru melaksanakan umrah sebelum ziarah ke Kairo.
Muhammad Yulian Ma’mun
el_mautsuq@yahoo.com
JL. Veteran KM 5,5 RT. 02 No. 58 Kel. Sungai Lulut Kec. Banjar Timur Banjarmasin Kalimantan Selatan 70238
May 30th, 2008 at 12:58 am
Dini hari itu bintang di langit berkelip-kelip seperti kunang-kunang menyeruak dalam gelap. Dengan bersepatu dan berpakaian tebal, kami berangkat untuk mendaki gunung Bromo dengan berbekal lampu senter dan tas berisi makanan dan minuman. Jalan menyusuri jalur setapak berliku, melewati kebun-kebun penduduk, menyusur tanah berundak. Angin bertiup dingin menerpa kulit wajah dan langkah semakin terasa berat menanjak. Tak terasa kami tiba di tanah datar berpasir dan penduduk setempat menawarkan tunggangan kuda. Kami putuskan untuk berjalan terus tanpa bantuan kuda, mungkin setelah turun gunung boleh juga naik kuda. Tangga berundak sudah tampak di depan mata, semangat pun terpompa kembali. Ada kepercayaan bila bisa menghitung jumlah tangga yang kita naiki berjumlah tertentu maka ia akan beruntung. Sekedar iseng aku menghitung tangga itu sekedar membunuh rasa ingin tahu jumlahnya. Sampai juga di puncak dengan nafas yang sudah senin kemis. Warna kemerahan tampak di langit sebentar lagi pagi akan datang. Seorang dari kami melantunkan azan subuh di puncak bromo pagi itu. Dengan bertayamum, kami pun sholat dengan khusuk. Tak terasa dua rokaat berlalu dan ditutup doa bersama. Kami bangkit disambut cahaya terang, alam menampakan keindahannya. Tampaklah gunung yang megah diselimuti kabut putih, langit yang biru dan matahari menyorotkan sinar hangatnya. Hari yang cerah, jiwa yang cerah di tengah indahnya alam yang permai. Subhanallah.
yudhi mulianto
jl. poncol no. 2 Rt.3/7 pondok bambu, Jakarta Timur 13430
May 30th, 2008 at 1:46 am
Kampung itu mempunyai sungai kecil. Gemercik nan indah, dilatari rasa persahabatan yang baru-membiru. Aku berada di sebuah kampung yang dahulunya nenekku dilahirkan. Kampung itu, adalah tempat kakaku berada saat kecil. kakakku bernama Sumarjuk Jaya. ia bersama nenek Ocim berada di kampung itu. Kampung itu bernama Girilaya, Lebak- Banten.
aku tak menyanggka bisa mendatangi kampung yang dahulunya nenekku menemukan jodohnya. kampung itu damai, indah dan adem. kampung itu juga tidak terlalu jauh untuk mengunjungi pantai. jadilah aku menikmati pantai yang aku lupa namanya.
Kini, memang aku telah berada di sebuah desa yang berbeda. aku telah kembali ke desa Rantau Panjang, Muba-Sumsel. Sebuah desa di pinggir sungai Musi. perjalanan itu sangat mengejutkan “akalku”, karena hatiku selalu terkenang dengan gemerciknya sungai kecil yang dipenuhi oleh fosil-fosil manusia. ah… aku mandi disungai itu. Padahal, di sisi-sisi sungai itu ada sumur khusus untuk mandi.
setelah enam bulan yang lalu saya mengunjungi kampung “mati”, karena menurut ibuku. kampung itu masih- begitu-begitu saja. tidak ada perubahan. dari dahulu hingga sekarang, hanya beberapa bagian kecil saya yang berubah. anak-anak muda lebih memilih tinggal di kota, dan hanya tinggal orang-orang “pensiun” atau “petani” saja masih tetap bersama gemerciknya sungai kecil itu.
Dalam hidupku, aku hanya beberapa kali saja keluar kota dan mengunjungi tempat-tempat “menghibur”. oleh karenanya, kota-kota yang telah aku kunjungi masih menjadi catatan lengkap di “notebookku”. kota-kota itu seperti : Jakarta dengan Monasnya, Yogyakarta beserta jalan Malioboronya, Bandung hanya diatas jalan rayanya ….doang, Lampung dengan Universitas Lampung (UNILA), Bengkulu dengan pantai yang saya lupa namanya. Kota Jambi dengan pasar anggsa duonya.
sori mas golagong. terpaksaku tulis catatan yang ada didalam “Notebookku” hanya satu tujuanya. katanya mas Golagong bagi-bagi buku gratis. ya, jadinya aku tulis. kebetulan pula, saya pengemar sastra, juga gemar membaca…..dikit.
nanti, kalau buku saya terbit, baru tahu mas golagong bahwa benar nian kalau aku… juga senang baca dan tulis. terussssssssss……….. aku juga menggiatkan baca membaca dikampungku. ini ada alamatku…juga alamat TBM yang aku kelolah. jadi, mas Golagong boleh kapang-kapan kunjung ke TBM yang saya kelolah sekaligu sumbang dong buku-bukunya untuk anak-anak tetanggaku dan masyarakat. oh ya… sebagai informasi aja ya. TBM itu dimulai dari koleksi buku-buku saatku masih kuliah.
terus, kalu mas Golagong mau jalan-jalan dan mengunjungi TBM dan kampungku. mas Golagong gratis menulis tentang kampung kami. ada cerita bagus-bagus…..ha ha….. tertarikkan.
Musheni
alamat : Desa Rantau Panjang No. 15 Kec. Babat Toman Kab. Musi Banyuasin - Sumsel- 30752.
May 31st, 2008 at 2:01 am
Senja itu semakin merona merekah, barisan pepohonan basah menyemburkan wangi alam yang menabjubkan
Ku hirup dalam-dalam wangi daun dn rerumputan basah,sembari menatap kekokohan rinjani yang menjulang di timur sana
Indah nian, mempesona,melepas segala penat.
Deru angin semilir yang menisik menjadi sangat indah,menjadi sangat nikmat. Aku bertasbih bersama pepohonan dan angin.. jingga langit terus menemani langkahku menyusuri jalan sunyi ini, menemaniku bercengkrama dengan misteri alam.
May 31st, 2008 at 2:03 am
Dwi jauri Utami
jl.irigasi 1 no.1 kekalik
Ampenan selatan
Mataram-NTB
83115
dwy_dee@yahoo.com
June 3rd, 2008 at 6:42 pm
Wah, asik-asik, nih.
sbar ya.
nanti saya putuskan siapa yang menang
dalam minggu ini.
tetap semangat
gg
June 26th, 2008 at 6:23 am
ksususri malam nan dingin. langit mendung menggelayut menancapkan rasa gigil yang dalam. angin mendesir ketika ku masuk ke sebuah ruangan. kemudian duduk di depan monitor lebar. ketika kubaca sebuah tawaran yang mencerdaskan, kusimpan keyboard di pangkuanku lalu kutekan tutsnya dan muncullah pada layar sebuah ungkapan “KU TUNGGU BUKUMU….”
RIFQI
Pst. Manhajuth Thullab Jl. Manisi Gg. Mesjid Baru No.1 RT 05/07 Desa Pasir Biru Kecamatan Cibiru Bandung 40615
July 16th, 2008 at 9:12 pm
Tengah malam. dan “Aaaaa….” aku terbangun dari mimpi burukku. dan kulihat sekelilingku. Awan hitam bergayut di atasku. Desir angin kencang menyelusup ke dalam tendaku. Dan aku baru ingat. Ini Afrika! Tempat eksotis yang tak ada bandingannya di dunia.
July 23rd, 2008 at 11:06 pm
Mataku kupaksakan tetap terpejam walau tubuhku terguncang oleh geliat mesin yang mulai menjajaki aral panas yang melintang sepanjang Palembang - Tanjung Enim. Sengaja ku pejamkan mata agar mampu kutangkap lagi sosok bidadari yang tak henti mengganti sayap-sayap patahku dengan sayap yang baru, ya ibu perjalananku kali ini sendiri dan mau tidak mau harus kutinggal dan ku iklashkan engkau yang tertidur dalam rengkuhan kasih yang Maha Pengasih………………
August 13th, 2008 at 8:40 pm
hmmm, akhirnya, serasa di dunia mimpi, nggak percaya akhirnya aku bisa juga meninggalkan negri ini, dream come true kata orang. benar-benar bisa ku rasakan bahwa apa-apa yang kita impikan itu bia tecapai. Pesisime dari teman-teman bahwa nggak mungkin orang seperti kamu bisa pergi ke luar negri-meski hanya ke singapore sekalipun?-.terbantahkan sudah. dan setelah ini aku ingin ke jerman, mengunjungi kakak yang lagi sekolah disana, insya allah, dream come true, dan jangan lupa berdoa.
October 8th, 2008 at 2:09 am
Entah kenapa saat ini begitu banyak tanya dalam benakku tentang seseorang yang ku nantikan. Ku coba mengembara dalam dunia fana hanya untuk mencari jawabannya. Ketika seseorang berhasil menjawab satu pertanyaan,dia menentang pertanyaan-pertanyaanku yang lain.Sungguh, siapakah yang bisa berhasil menjawab semua pertanyaanku ini. Ya, Allah!Berilah aku kompas dan pelita agar langkahku senantiasa terarah dan tidak dibutakan oleh malam yang gelap gulita hingga akupun bisa bersua dengan seseorang itu, seseorang yang aku nantikan.Amiin….