DUA PUISI GOLA GONG

gong-bella.jpg1.

BAYI DALAM GENDONGAN

Oleh Gola Gong

Namaku bayi dalam gendongan

menjerit kurang makan dan pendidikan

: ibu, ibu, aku butuh susu ibu!

(aku tahu susu ibu penuh gizi

Tapi bapakku sarapannya sajak dan televisi)

 

Namaku bayi dalam gendongan

Ari-ariku ditanam di pohon beringin

Tempat ayah ibu mimpi Indonesia Jaya

khatulistiwa aman tentrem kertaraharja

Namaku bayi dalam gendongan

Lahir saat kursi, minyak, beras jadi rebutan

: ibu, ibu, aku butuh susu ibu!

(aku tahu perut ibu kurang makan

Karena bapak kini dirumahkan)

 

Namaku bayi dalam gendongan

serupa rumput liar, meradang dan menerjang

Bayi dalam gendongan, mengikat bumi persada

Bayi dalam gendongan, ada di mana-mana

Rumah Dunia, 1998 – 2008

 

bebegig.jpg2.

NELAYAN

Air mata nelayan rasanya asin,

seperti air laut Selatan yang jadi nyawanya.

Tak pernah mereka tersedu-sedu,

kecuali pada Tuhannya.

: Mengharapkan langit mendung,

menadahkan kerongkongan pada hujan.

(Aku tahu, nelayan tak makan udang yang ditangkapnya.)

Mimpi nelayan rasanya getir,

seperti ikan yang menggelepar di jala.

Tak pernah mereka dihargai layak,

kecuali tambal sulam sepadang sepiring nasi.

: Hidup adalah amanah,

harus disyukuri pada mana muasal.

(Aku tahu, nelayan tak pernah melihat mimpinya)

Pantai nelayan rasanya tak berpasir,

seperti aspal di kota-kota kini.

Tak pernah mereka diajak berembuk,

tentang ombak dan pohon kelapanya.

: Mereka lebih kenal laut, langit,

siang, malam, ketimbang timbangan tengkulak.

(Aku kini paham, kenapa nelayan selalu papa)

Yogyakarta, April 1995

BIO DATA: GOLA GONG lahir di Purwakarta 15 Agustus 19963. Beberapa sajaknya dimuat di Suara Muhammadiyah, Mitra Desa PR, Republika, Media Indonesia, tabloid Hikmah, Adil, dan Harian Banten. Juga terkumpul di antologi Jejak Tiga (1988), Ode Kampung (1995), Antologi Puisi Indonesia (KSI-Angkasa, 1997), dan Bebegig (LiST, 1998). Naskah komedi satire “Kampung Maling” dipentaskan oleh FKB di GKB. Buku terbarunya; Musafir (kumcer, Salamadani, 2008), The Journey (Maximalis, 2008), Sekarang penggiat di RUMAH DUNIA, Pemiimpin Umum Tabloid KAIBON – Media Ramah Keluarga Banten dan executive producer di Banten TV.