BAYI DALAM GENDONGAN
Oleh Gola Gong
Namaku bayi dalam gendongan
menjerit kurang makan dan pendidikan
: ibu, ibu, aku butuh susu ibu!
(aku tahu susu ibu penuh gizi
Tapi bapakku sarapannya sajak dan televisi)
Namaku bayi dalam gendongan
Ari-ariku ditanam di pohon beringin
Tempat ayah ibu mimpi Indonesia Jaya
khatulistiwa aman tentrem kertaraharja
Namaku bayi dalam gendongan
Lahir saat kursi, minyak, beras jadi rebutan
: ibu, ibu, aku butuh susu ibu!
(aku tahu perut ibu kurang makan
Karena bapak kini dirumahkan)
Namaku bayi dalam gendongan
serupa rumput liar, meradang dan menerjang
Bayi dalam gendongan, mengikat bumi persada
Bayi dalam gendongan, ada di mana-mana
Rumah Dunia, 1998 – 2008
NELAYAN
Air mata nelayan rasanya asin,
seperti air laut Selatan yang jadi nyawanya.
Tak pernah mereka tersedu-sedu,
kecuali pada Tuhannya.
: Mengharapkan langit mendung,
menadahkan kerongkongan pada hujan.
(Aku tahu, nelayan tak makan udang yang ditangkapnya.)
Mimpi nelayan rasanya getir,
seperti ikan yang menggelepar di jala.
Tak pernah mereka dihargai layak,
kecuali tambal sulam sepadang sepiring nasi.
: Hidup adalah amanah,
harus disyukuri pada mana muasal.
(Aku tahu, nelayan tak pernah melihat mimpinya)
Pantai nelayan rasanya tak berpasir,
seperti aspal di kota-kota kini.
Tak pernah mereka diajak berembuk,
tentang ombak dan pohon kelapanya.
: Mereka lebih kenal laut, langit,
siang, malam, ketimbang timbangan tengkulak.
(Aku kini paham, kenapa nelayan selalu papa)


noe | 19-May-08 at 3:05 am | Permalink
aku suka sekali dengan cerita al-bahri (aku datang dari lautan)
aku punya banyak ide, tapi aku ga bisa keluarin semua itu dalam tulisan.
aku juga dah beli buku “jangan mau gak nulis seumur hidup”, tapi tetap aja aku ga bisa.
sebenernya aku yang bodoh atau emang aku belum tau, gimana cara2nya.
Aku mau jadi seorang yang mempunyai ide cerita yang handal.
terima kasih……………….
lee | 13-Jun-08 at 9:00 am | Permalink
Dear bung GG,
ingatlah!
pisau tajam yang kau goreskan di ulu hatiku, kelak pasti akan menghujam dadamu jua
walau perihnya tak lebih dari seribu risau
yang kau tanamkan di urat dendamku
hehe, ada kah kumpulan puisi2 yang pernah dimuat di hai jaman dahulu kala?
i’m a big fan of yours ! sampai-sampai aq ngedapetin lagu-lagunya king crimson cuma karna pengen tw, lagu epitaph itu kayak gimana.
cheers,
Lee