May 8th, 2008

PENGHARGAAN ITU…

awardwbdku.jpgOleh Gola Gong

Sekitar 2004, KNPI Banten mendatangi saya. Mereka berkehendak memberi anugrah pemuda pelopor kepada saya. Dengan segala hormat saya menolak. Tapi press release kadung menyebar. Pemberian penghargaan itu dilakukan di restoran Istana Nelayan, Tangerang. Saya sempat “dicemooh”, karena “menjilat ludah sendiri” oleh para aktivis mahasiswa di Banten. Apa pasal? Saya adalah termasuk orang yang gencar mengkritik kinerja KNPI Banten, bahkan pernah menyarankan KNPI Banten dibubarkan saja karena tidak transparan soal keuangan, jadi calo anggaran APBD, dan tidak cocok lagi dengan semangat reformasi. Setelah saya jelaskan, bahwa saya menolak penghargaan itu, barulah orang-orang menarik lagi “makian” kepada saya. Continue Reading »

Essays

Comments (2)

Permalink

GRAMEDIA TEENWRITERS

aku-and-lupus.jpgGola Gong, Boim Le Bon, Hilman “Lupus” Hariwijaya gave fiction and journalistic workshop at SMAN 2, Lampung, 1993. They were in friendship andarini joined in Gramedia Teenwriters.(1989 – 90). Another author were Zara Zettira, Adra P Daniel, Arini Suryokusumo, Lutfie, Bubin Lantang, Gus tf Sakai, Bahrudin Supardi. Right now Boim is a producer in RCTI (a TV station), Hilman is a scriptwriter in cinema electronic. Hilman’s novel “Lupus” and GG’s novel “Balada si Roy” representatived two difference characters in 80s. Lupus was an easy going, annoying, happy and seemed like a pop corn. Whereas Roy was a wild character, alarmist, radical, a rebel, looked like coffee. Lupus was a popular creative style, Roy refered to rock n’ roll. Hilman said Lupus physically reminded to Roger Taylor (Duran-duran), meanwhile Roy was mixing many characters such Sean Penn, Matt Dilon, Old Shaterhand, Mark Gregory, Ken Wahl, Jim Bowie and Ali Topan. (Translated by Tias Tatanka)

Artifact

Comments (0)

Permalink

DUA PUISI GOLA GONG

gong-bella.jpg1.

BAYI DALAM GENDONGAN

Oleh Gola Gong

Namaku bayi dalam gendongan

menjerit kurang makan dan pendidikan

: ibu, ibu, aku butuh susu ibu!

(aku tahu susu ibu penuh gizi

Tapi bapakku sarapannya sajak dan televisi) Continue Reading »

Poem

Comments (2)

Permalink

WITH DANI IN LEMBAH BELIEM, PAPUA

aku-di-dani.jpgSince young, GG had an obsession around the world. He wanted to know manything. He make a liften by a truck or train along Java-Bali (1981) for a few weeks, and the next year around Indonesia, didn’t care he had just one hand. Sometimes, the driver offered him to sit in the front, but GG was a real bagpacker and rather prefer sitting between other passangers in back of truck, talking to another. In this picture GG was in Dani Ethnic, Jayawijaya Mountain, Baliem Valley, Papua (1986). From Jayapura Airport he took off by Freeport airplane. (Translated by Tias Tatanka)

Photos

Comments (0)

Permalink