
PURWAKARTA, MINGGU–Novelis yang juga penggiat kebudayaan Rumah Dunia, Golagong yang sedang dirawat di RS Holistik, Purwakarta, terkejut melihat serombongan orang yang membezoeknya. Sebab, salah satu di antaranya adalah idola Golagong di masa remajanya.”Beliau ini adalah idola saya,” ucap Golagong seraya memegang lengan Teguh Esha, penulis novel Ali Topan yang menurut Golagong menjadi salah satu inspirator tokoh
Sejak 2 Maret 2008 penulis yang bernama Heri Hendrayana Haris itu dirawat karena pengapuran di tulang belakang hingga leher. Menurut Gong, begitu sapaan akarabnya, lantaran dirinya yang tak memiliki tangan kiri sehingga syarafnya tak seimbang. “Menurut dokter, andil terbesar proses pengapuran di tubuhku ini yang terbesar adalah sewaktu aku bersepeda keliling
Pada Minggu (6/4), Golagong seperti bermimpi. Berkali-kali air matanya mengambang. Selain dijenguk oleh idolanya, kawan-kawan dekatnya, Gong juga menerima bantuan biaya RS dari H. MS Kaban yang juga Menteri Kehutanan itu.
Dalam
Adat orang sekampung halaman
Sakit sempit jenguk menjenguk
Adat orang hidup beriman
Pahit dan perih hatinya khusuk
Adat orang hidup sebanjar
Beramah tamah pagi dan petang
Adat orang berhati sabar
Ditimpa mussibah hatinya lapang
Semoga saudaraku Golagong cepat sembuh, dapat berkarya seperti sedia kala di “Rumah Dunia”, amin
“Saya nggak kenal orang ini (MS Kaban, Red),” kata Gong terbata-bata. “Saya sebenarnya malu menerima ini,” sambut Golagong yang lalu disambar oleh Teguh Esha dengan kalimat seperti ini, “Ini hak anda untuk menerima kebaikan dari masyarakat yang pernah anda beri kebaikan.”
Penulis berusia 45 tahun ini pun buru-buru mengambil secarik kertas, dan menuliskan
Menurut penerima penghargaan “Islamic Book Fair 2007″ dari Mufidah Kalla ini, dirinya akan dirawat selama tiga bulan. Pilihan perawatan di RS Holistik menurutnya karena di RS ini terapinya bagus dan menggunakan bahan-bahan herbal. Salah satu terapi uniknya adalah, dirinya tak diperbolehkan menonton sinetron. “Saya hanya boleh nonton acara yang lucu-lucu saja, supaya sering tertawa, ha ha ha…” (Jodhi Yudono - Kompas Cyber Media/7/4/2008 - Oase)

Post a Comment