May 4th, 2008

GOLA GONG BERPOSE DENGAN SUKU LONG NECK

akubirma-3.jpgDi Thailand, semuanya serba dibisniskan. Dunia pariwisata mendatangkan banyak uang bagi mereka. Sekecil apapun, yang berbau kebudayaan atau tradisi dikemas dan jadi daya tarik bagi turis mancanegara. Seperti di foto ini, GG berpose bersama suku Padhong alias Long Neck. Lokasinya di Segi Tiga Emas, perbatasan Tahiland – Myanmar, Thailand Utara. Dengan membayar sekian ratus ribu rupiah, kita diajak berpetualang menembus hutan dan perbatasan Myanmar; berjalan kaki dan menyusuri sungai. Mirip dengan berpetualang menyusuri Kanekes menuju suku Baduy, di Banten Selatan. Lihatlah sekarang, ketika GG sakit pengapuran di leher. Ketika memakai collart neck, mirip juga dengan suku Long neck, ya!

Photos

Comments (0)

Permalink

Di Balik Layar 6: TIGA KALI TIGA METER

senyum.jpghai.jpgOleh Gola Gong

Di redaksi majalah HAI, saya bertemu dengan Hilman, Boim, dan Gusur. Juga dengan Adra P. Daniel. Cerita bersambung mereka dimuat di majalah HAI lebih dulu daripada saya. Mereka anak-anak muda, yang tidak berbeda dengan saya, ingin menjadikan menulis sebagai profesi. Mbak Sri, sekretaris redaksi, memperkenalkan kami. “Oh, ini Gola Gong,” kata Hilman, tersenyum. Kami berjabatan tangan. Boim juga. Hilman memuji “Balada Si Roy”, yang baru muncul empat episode sudah menggebrak. “Sangat laki,” tambh Hilman. Saat itu Hilman yang tidak banyak bicara, masih kuliah di Uiversitas Pancasila, Boim yang hobi ngocol dan itemnya minta ampun, di STP (sekarang IISIP Lenteng Agung), Adra yang kemayu di IKIP Rawamangun. Gusur yang kalau bicara seperti pejabat kelurahan, tidak kuliah, sama seperti saya. Pertemuan yang menyenangkan dengan mereka. Saya merasakan, bahwa kai mempunya mimpi besar sama. Saaat itu mereka sedang pada puncak keemasan. Continue Reading »

BalaDA SI RoY

Comments (1)

Permalink

GOLA GONG POSED WITH LONG NECK ETHNIC

akubirma-3.jpg

In Thailand a place where everything being traded, tourism business gives much money to the people. A little thing about culture or tradition were packaged as best as they could and attract tourist’s attention. As this picture, Gola Gong posed with Padhong (Long Neck) Ethnic in Gold Triangle, borderline between ThailandMyanmar, North Thailand.. By payment amount hundreds rupiahs we could have adventure experience through the jungle and along borderline of  Myanmar, walking along the river. Looks like journey from Kanekes to Baduy Ethnic in South Banten. Look at now, when  GG got the pain in his cervical, in his collar neck resembles to Long Neck Ethnic, isn’t he? (Translated by Tias Tatanka)

Drawing

Comments (1)

Permalink

DARI “PERJALANAN ASIA” KE “THE JOURNEY”:

malaka-31.jpgFoto ini diambil di Malacca, Malasyia, 1991. Saat melakukan perjalanan pada 1991 – 1992, Gola Gong membeli sepeda di Kuala Lumpur. Sepedanya dinama “The Master”. Dia bermimpi jadi Philippe Fogg, tokoh di novel “Around the World in Eighty Days” by Jules Vern. Dia bersepeda dari Kuala Lumpur ke perbatasan Singapura selama 1 bulan. Tidur di sembarang tempat; mesjid, halte, rumah penduduk, kuburan, dan sesekali di guest house. Lalu kembali ke Kuala Lumpur naik taksi. Nyambung naik kereta ke Negeri Sembilan, Malaysia. Dari sanalah dia bersepeda ke Bangkok selama 1 bulan. Hat Yai, Songkla…, terus menyusuri Thailand Selatan. Tidur di candi-candi alias wat, mencoba menyelami para bhiksu. Continue Reading »

JejAK KarYA

Comments (0)

Permalink

FROM “PERJALANAN ASIA” TO “THE JOURNEY”

malaka-3.jpgcover-journey.jpgmaximalis.jpgThis picture taked in Malacca, Malaysia, 1991. When he journeid around 1991-1992. He bought a bike in Kuala Lumpur, he named “The Master”. He dreamed being Philippe Fogg, one of characters in “Around the World in Eighty Days” by Jules Vern. Gola Gong biked from KL to borderline of Singapore for a month. He slept everywhere, such mosque, shelter bus, home village, grave and once in a while in guest house. He went back KL with taxi, continuing by train to Negeri Sembilan, Malaysia. Then he biked to Bangkok for a month. Through Hat Yai, Songkla… biking along the South Thailand. Sleeping in several wat and tried to understand Monk’s life. Continue Reading »

Artifact

Comments (0)

Permalink

Di Balik Layar 5: SAYA JADI PENGARANG

akuradik-4.jpgAkhirnya setiap hari Selasa, serial “Balada Si Roy” karya saya, selalu muncul di majalah HAI. Di ujung malam saya bersujud di sajadah, mengucap syukur pada Allah. “Telah Engkau tunjukan jalan-Mu, ya Rabbi…, jalan dimana kelak saya akan beribadah… Terima kasih, ya Rabbi…!” tak henti-hentinya saya mengucap syukur. Continue Reading »

BalaDA SI RoY

Comments (1)

Permalink

GOLA GONG DAN BADMINTON

gg-rajet.jpggg-dobel.jpgGola Gong sejak kecil menyukai olahraga. Prestasinya di badminton bisa diandalkan. Di Banten dia bersaing dengan pebulutangkis normal. Dia menduduki ranking kedua junior di Banten pada 1982. Tim inti Kabupaten Serang pada 1982, tim sekolah di SMAN 1 Serang, dan tim kampus (Universitas Padjadjaran Bandung) pada 1985.. Pernah mengikuti Kejuaran Badminton Yunior se-Jawa Barat pada 1982 di Sukabumi dan mengalahkan wakil dari Kuningan. Continue Reading »

JejAK KarYA

Comments (0)

Permalink

GOLA GONG AND BADMINTON

gg-fesdpic-89.jpgSince young Gola Gong liked sport very much. Many achievements he got in badminton sport. In Banten, with one hand he competed with normal badminton players. He got runner up in junior grade badminton competition in 1982. beside that he was entering in main team of Serang Region (1982), B Team in junior high school (SMPN 2 Serang), high school team (SMAN 1 Serang) and as representative from his campuss (Padjadjaran University) in 1985. He followed West Java Junior Badminton Competition (Sukabumi, 1982) and won a representative from Kuningan. Continue Reading »

Artifact

Comments (0)

Permalink