BERTEMU IDOLA, TEGUH “ALI TOPAN ANAK JALANAN” ES HA
Posted by admin on April 22nd, 2008 filed in CurHAT
Sulit untuk memulai menulis ini. Tapi ada rasa semangat baru. Aku tidak ingin dikurung sepi di kamar 406 RS Holistik Purwakarta. Aku menempuh resiko tangan kananku jemper dan panas. Aku ingin menulis. Ya, harus kutulis. Peristiwa Minggu, 6 April sangatlah luar biasa dan membuatku szemakin percaya, bahwa Allah memang memiliki rencana-rencana misterius bagi hambanya. Terutama hikmah bagiku yang sedang sakit.Pertama, Minggu lalu, Halfino Berry dari SYGMA (Syaamil Group Bandung) datang menjengukku. Memberi suntikan awal, bahwa mereka berada di belakangku. Hal - juga Helvy Tiana Rossa, Mutmainah, dan Asma Nadia - adalah anak-anak muda yang berjasa bagiku, mengenalkan Forum Lingkar Pena kepadaku, disaat aku frustasi menulis fiksi. Aku peluk Hal, terlebih dia ikut membantu meringankan biaya pengobatan. Juga Asma Nadia, Teh Pipit Senja, Forum Lingkar Pena, dan Portal Infaq. Subhanallah, kalian orang-orang yang menyayangiku.

Kemudian, Minggu, 6 April itu. Asdik Soepardi, anak Riau yang pernah studi banding ke Rumah Dunia, bersamaq Lady (komunitas 80) - istrinya, ujug-ujug datang menengokku. Di bel.akang mereka ada sobat lamaku di Gramedia Majalah, Jody Juwono, kini wartawan KOMPAS, serta… ini yang luar biasa. Mereka membawakanku seorang pengarang idolaku, Tegus Es Ha! Ya, Allah! Dialah pengarang buku yang melegenda, Ali Topan Anak Jalanan! Di era mudaku, siapa tak kenal si anak jalanan “Ali Topan”? Filmya yang dibintangi Junaedi Salad dan Widi Santoso kujlahap habis. Ah, andai novelnya bisa kubawa dari rak di Rumah Dunia.
Seperti mimpi. Kupeluk Teguh Es Ha! Ada beberapa pengarang yang menjadikan sumber inspirasiku selagi muda; Arsendo Atmowiloto, Teguh Esha, Harry Cahyono. Pipit Senja, Eddy D Iskandar, dan Emji Alif! Kini Teguh Es ha ada di depanku? Kuraba-raba dia! Lucunya, di antara mereka ada terselip wartawan koran Jurnas koresponden daerah - Riau. Abdul Azis, namanya. Dia anak muda yang dulu membaca novelku’ Balada Si Roy. WAH, seru! Aku kedtemu idolaku, Tegus Es Ha! Azis ketemu aku!
Anugrah lain, mereka memberiku segepok amplop. Aku terisak, menangis. Aku terharu, tapi juga malu. Sebetuln ya aku tidak layak menerima ini. Tapi, Mas teguh bilang, “Janganlah kita sombong. Janganlah kita menolak kebaikan orang lain. Saya juga pernah dibantu mereka. Saya pernah kena ginjal. Kita harus saling bantu.” Ketika kubuka suratnya, aku baru sadar bahwa yang memberi bantuan itu dari Menteri Kehutanan, H.MS Kaban. Aku kenal dia juga tidak. Kata Jodi, “Asdik yang punya ulah!” Ya, Allah… Doa-doaku Engkau kabulkan….
Aku membawa laptop ke RS. Aku bermaksud membuat novel untuk mengongkosi biaya perawatan. Tapi, ternyata aku tidak mampu. Pengapuran di leher ternyata membuatku susah berpikir. Saraf kejepikt di sekitar leher membuat kepalaku cepat blank. Tanganku kesemutan terus. Aku bilang sama istriku, “Mah, Papah capek cari uang. Papah ingin focus berobat. Tapi, dari mana uangnya? Papah udah nggak kerja di RCTI lagi.”
Ternyata Allah memudahkanku. Diberikannya aku anugrah hamba-hamba-Nya yang sebagian tidak aku kenal. Begitu anyak yang menbur kebaikan kepadaku. Fuad Hasim, Irwan Kelana, Bambang Trim dan Tasaro, Nanik Susanti, Eva Nukman, Elvy dengan Komunitas 80, Dee dengan Annida, dan entah siapa lagi…
Kawan, aku ingin berbagi cerita yang lain. Tentang surat yang dibawa Asdik dan istrinya. Bacalah kawan surat di bawah ini;
Bissmilaa hirrohmannirrohim
Adat orang sekampung halaman
Sakit sempit jenguk menjenguk
Adat orang hidup beriman
Pahit dan perih hatinya khusuk
Adat orang hidup sebanjakar
Beramah tamah pagi dan petang
Adat orang berhati sabar
Ditimpa musibah hatinya lapan
Semoga saudaraku Golagong cepat sembuh,dapat berkarya seperti sedia kala di “Rumah dunia” , Amin.
Jakarta 4 April H.MS KABAN
—-
Peristiwa ini ingin aku bagi, karena ternyata jika kita berdoa kepada Allah, dengan ikhlas dan pasrah, Allah akan mendengarkan dan mengabulkan. Subhanallah…. TErimakasih dari aku kepada kalian. Sungguh tidak terhingga. Dalam sakitku ini, bternyata aku memiliki banyak saudara yang mencintaiku. Aku tidak sendirian. Dan aku kembali teringat petuah itu, orang baik ada di mana-mana…

August 9th, 2008 at 9:01 am
cepat sembuh ya mas gong…..
Doaku menyertaimu