KOMPUTER BERTIGA DAN DIGANGGU ADIK
Posted by admin on March 31st, 2007 filed in Cliping
INDO.POS, Oleh: Ibnu Adam A-Serang
Di tengah kondisi Banten yang menjadi sorotan publik karena kualitas pendidikan yang rendah dan jumlah buta aksara yang banyak, muncul kabar tentang Nabila Nurkhalisah Harris, seorang anak berusia 8 tahun yang novelnya akan segera diterbitkan oleh penerbit besar Dar! Mizan. Bagaimana perasaan Bella mendapat kabar novelnya Beautiful Days terbit? Ia mengungkapkannya kepada Indo.Pos
MALU
Saat ditemui di rumahnya di komplek Hegar Alam No 40 Ciloang Serang, Bella, nama panggilan Nabila Nurkhalisah Harris, tidak mau diwawancarai karena malu. Putri pasangan Gola Gong dan Tias Tatanka ini malah balik bertanya, “Memang kenapa pengen wawancawa,”
Bela mengetahui bahwa novelnya akan terbit dari sang ayah Gola Gong melalui pesan pendek yang dikirimkan Gola Gong ke ponsel Tias Tatanka sang ibu. Pesan pendek itu menyatakan bahwa penerbit sudah setuju dan akan segera menerbitkan novel yang awalnya berjudul Kisah Bunga.
“Bella nggak mau diwawancarai, takut terkenal, nantinya malu,” siswi kelas III SD itu polos.
Putri sulung dari empat bersaudara ini mengaku senang dengan kabar yang diterima dari papanya itu. Apalagi di pesan pendek itu Gola Gong mengucapkan selamat atas rencana diterbitkannya novel tersebut. Rasa senangnya itu semakin besar setelah mamanya juga mengucapkan selamat.
“Saya deg-degan. Teman-teman saya juga sebagian sudah pada tahu,” kata Bella sambil mengusap dadanya.
ISENG
Novel yang saat diketik di komputer sepanjang 42 halaman itu, kata Bella, adalah pekerjaan isengnya disaat senggang. Novel tersebut dikerjakannnya sejak Februari 2005 lalu, bercerita tentang kehidupan seorang anak Sekolah Dasar (SD) yang kehidupannya berbeda dengan anak SD umumnya.
“Saya biasanya mengetik cerita itu sepulang sekolah, atau malam hari sampai pukul 08.00. Tetapi tidak setiap hari. Kadang-kadang menulis, kadang-kadang nggak. Semaunya saja,” katanya.
Nabila Nurkhalisah Harris atau Bella yang bisa menulis novel dalam usia delapan tahun, sesuai dengan ungkapan buah tidak akan jatuh dari pohonnya. Kedua orang tua Bella, Gola Gong dan Tias Tatanka penulis. Nama mereka sudah tidak asing di dunia kepenulisan Indonesia, termasuk di skenario film.
Namun demikian, Bella mengaku tidak pernah disuruh oleh kedua orang tuanya untuk mengikuti jejak mereka. Keduanya membebaskan dirinya untuk mencita-citakan apa saja. Meski demikian, mereka pernah menyarankan Bella untuk menulis. “Cita-cita Bella berubah-ubah. Sekarang Bella pengen jadi guru di TK sekaligus jadi penulis,” ungkapnya.
CINTA BUKU
Yang mendasari Bella ingin menjadi penulis karena kecintaannya kepada buku. Tidak tanggung-tanggung, dalam sehari Bella bisa membaca lebih dari dua buku. Buku-buku yang biasa dibacanya seperti Conan, Donal Bebek, dan berbagai komik Jepang. Ia juga membaca novel anak yang ditulis oleh penulis Indonesia, di antaranya novel Fahri Asiza.
“Sebelum membaca buku, Papa biasanya mengecek dulu bukunya, meskipun buku itu untuk anak-anak. Papah melarang Bella membaca buku-buku dewasa,” tuturnya.
Siswi kelas III Antariksa SD Peradaban Serang itu mengaku sering kesal kepada adiknya Abi dan Odi karena dua adiknya itu sering mengganggu saat ia mengetik. Bella biasa mengetik sepulang sekolah dan selepas Isya.
“Kalau Abi suka ngelihatin. Dia pengen tahu cerita apa yang sedang Bella tulis. Kalau Odi suka mencet-mencet keyboard,” tutur Bella.
Selain merasa kesal kepada adiknya, Bella juga mengaku kadang-kadang kesal kepada papa-mamanya. Sedang enak-enaknya menulis papa atau mamanya suka pinjem komputer. “Komputer di rumah cuman ada satu, jadi gantian deh. Satu komputer dipakai oleh tiga penulis,” ungkapnya lucu. (*)

Leave a Comment