GOLA GONG & TIAS TATANKA MEMBINA GENERASI CINTA BUKU

Posted by admin on March 31st, 2007 filed in Cliping

tiasdongeng-com.jpgMajalah Noor, Rabu, 10 Maret 2004

Mereka berdua mencintai anak-anak dan buku. Kcintaan itu merka padukan dalam pengelolaan Pustakaloka Rumah Dunia, sebuah perpustakaan bagi anak dan remaja. Mas Gong dan saya punya berbagai buku yang sayang bila dibiarkan menumpuk saja. Mas Gong pun mencetuskan ide membuat perpustakaan.

Tampaknya mereka adalah pengunjung rutin Pustakaloka Rumah Dunia (PRD). Begitu tiba ba’da Dzuhur, NooR langsung “didaulat” untuk makan bersama, bergabung dengan Gola Gong (40), Tias Tatanka (32) dan kedua anak mereka, Nabila Nurkhalisah (6) dan Gabriel Firmansyah (4). Ada pula Ibnu Adam (21), penulis muda dari Forum Lingkar Pena yang aktif mengurus PRD, ikut menemani.

INVESTASI JANGKA PANJANG
Gola Gong adalah penulis, kini bekerja di RCTI, dengan jam terbang tinggi. Puluhan novel dan skenario telah lahir dari imajinasi kreatifnya. Tidak sedikit novelnya diangkat menjadi serial sinetron. Salah satunya PadaMu Kubersimpuh, pernah diputar RCTI sepanjang Ra-madhan 2001. Tidak berbeda jauh, Tias yang tengah mengandung anak ketiga ini juga penulis, meski lebih memilih berkantor di rumah, memusatkan perhatian pada profesi mulianya sebagai ibu rumahtangga.

Bagaimana pasangan ini membentuk PRD? “Mas Gong dan saya punya ber-bagai buku yang sayang bila dibiarkan menumpuk saja. Mas Gong pun men-cetuskan ide membuat perpustakaan. Kami bangun pendopo, tak ketinggalan pakai soft launching, anak-anak sengaja diundang. Tapi belum ada rak-rak. Jadi, buku-buku ditaruh di teras pada pagi hari, sore diangkut lagi ke dalam. Kami be-baskan anak-anak membaca. Belum ada kegiatan-kegiatan lain, baru sebatas membaca. Pada pertengahan Maret 2002, PRD lahir. Barulah kami memulai kegiatan rutin,” cerita Tias.

Gola Gong angkat bicara, “Ini adalah keinginan lama, mengingat Banten memiliki iklim budaya baca tulis yang rendah. Katakanlah Banten adalah Indonesia kecil yang sedang dilanda krisis. Kalau kami mengajukan protes-protes atau aksi-aksi emosional, hanya akan menghabiskan energi, dan tidak strategis. Maka kami melakukannya dengan cara menanam investasi jangka panjang lewat budaya baca tulis secara berkesinambungan. Kami berharap generasi nanti bersikap cerdas, kritis, tidak pernah berhenti membaca dan menulis.”

Gola Gong dan Tias bahu-membahu dengan sahabat-sahabat yang memiliki semangat sama. Mereka juga bekerja sama dengan harian Banten, Sanggar Sastra Serang, Forum Lingkar Pena, Forum Kesenian Banten dan berbagai lembaga lain. Sedikit demi sedikit, per-juangan mereka membuahkan hasil. Dahulu pejabat Banten tidak meng-anggap penting keberadaan perpustakaan, namun pada bulan September 2003 telah berdiri kantor dinas perpustakaan Banten, yang nantinya dilanjutkan dengan pendirian gedung perpustakaan di propinsi baru itu.

PENGARUH POSITIF
Rasa syukur dan bahagia, kuat mewarnai pembicaraan pasangan suami istri yang menikah pada 29 September 1996 ini. Obrolan berlangsung ramai ditingkahi celoteh Bela dan Abi, panggilan akrab kedua anak mereka. “Kami me-rasakan PRD menguatkan kegotong-royongan, saling memiliki dan saling menjaga antarwarga serta memberi pengaruh positif bagi Bela dan Abi.

Abi misalnya, memberi dorongan bagi teman-temannya yang yang belum bisa membaca,” ungkap Tias yang memberi imunitas bacaan pada anak-anak melalui pemberian jenjang buku yang disesuaikan dengan usia pembaca.

Sampai saat ini kami belum merasakan duka selama mengelola PRD. Mungkin karena sudah ada pembagian tugas yang jelas. Saya bekerja, menggalang dana dan memantau dari Jakarta, sedangkan Tias yang menggawangi dari Senin sampai Jum’at. Kami dibantu.generasi pertama; Ibnu dan Deden, serta generasi kedua; pengunjung yang bersekolah di bangku SD sampai SMP. Insya Allah, nanti ada generasi ketiga; Abi dan kawan-kawannya. Regenerasi itu harus ada.,” terang Gola Gong yang merasa bahagia mana kala melihat anak-anak berdatangan untuk membaca dengan gembira. Berkaitan dengan antusiasme mereka membaca, ia membantah budaya baca tulis lekat dengan kebiasaan orangtua masing-masing anak. “Budaya itu ya harus diciptakan oleh kita, yang sudah mengerti, di tengah-tengah lingkungan kita,” tandasnya pasti.

Kedua orangtua Gola Gong yang tinggal berdekatan, juga aktif terlibat, khususnya sang Ibu. Setiap hari Senin beliau mendongeng, dengan kandungan utama mengenai pentingnya akhlak. Sedangkan Tias dibantu Ibnu dan kawan-kawan lebih banyak membimbing anak-anak menulis dalam suasana kompetitif untuk meningkatkan motivasi mereka. “Kami biasa memberikan hadiah bagi tiga tulisan terbaik. Penilaian berdasarkan data, ide dan kemudahan untuk dibaca. Walau tata bahasanya porak-poranda, tapi idenya bagus, tulisan itu akan menjadi menarik untuk dibaca,” terang Tias. Selain membuka sanggar membaca dan menulis, PRD kini sedang menyiapkan penerbitan beberapa antologi cerpen dan puisi. Uangnya dipakai untuk meng-hidupkan sanggar dan merintis didi-rikannya penerbitan. Tidak hanya itu, ada juga pemberian beasiswa melalui program adik asuh.

“Beberapa waktu lalu, ada anak dari Papua yang baru beberapa hari tinggal di lingkungan ini. Karena dia tidak punya biaya untuk bersekolah, dia sering datang untuk membaca di sini. Ketika hal itu dikabarkan melalui mailing list, langsung ada yang bersedia menjadi Ibu asuh,” ujarnya dengan nada haru. Selain kegiatan edukatif, ada pula pemeriksaan kesehatan gratis. Dokter-dokter yang acap kali datang dengan keramahan, biasa disambut anak-anak dengan suka cita. “Enak, suka dapat vitamin C!” ujar si kecil Abi seraya tersenyum lebar.

AMAL BAIK DARI RUMAH
Prinsip saling berbagi terus ditanamkan dalam keseharian keluarga Gola Gong. “Amal baik dimulai dari rumah. Ibu dan Bapak saya menekankan bahwa hidup itu panjang, dan ada tahapan-tahapan yang harus dilalui. Kalau mau berzakat banyak, ya kita harus bekerja. Kalau mau masuk surga, ya jangan lelah me-nanam kebaikan.,” kata penulis serial Balada Si Roy ini.

Itu sebabnya, selain berbagi ilmu dengan anak-anak pengunjung PRD, ia tak segan-segan mengajak kedua orangtuanya untuk tinggal berdekatan. Kedua mertuanya pun sempat diajak, namun mereka memilih tetap tinggal di Solo. Ia merasakan banyak manfaat dengan tinggal berdekatan dengan orangtua; selalu diingatkan agar berhati-hati dalam mengarungi hidup. Mengomentari tempat tinggalnya yang dipenuhi manusia dari beragam usia, ia berkata bijak, “Tinggal dalam lingkungan yang banyak orangnya itu positif, lho. Kita jadi terus belajar mencari pemecahan masalah. Otak kita terus dipacu untuk berpikir. Jadi, ajaklah orangtua kita yang sudah sepuh tinggal bersama kita. Berilah mereka perhatian yang lebih; kasih dan sayang dari kita serta cucu-cucunya.”

Hal penting yang Gola Gong dan Tias inginkan adalah terus memberi manfaat bagi sesama. “Kami ingin, ketika orang datang, dia bisa mengambil manfaat dari berbagai kegiatan yang kami lakukan. Insya Allah tidak hanya bagi anak-anak, tapi juga mencakup orang-orang dewasa,” ucap Tias menutup pembicaraan panjang dengan Noor, dilatarbelakangi kumandang Azan Ashar.(*)
 


18 Responses to “GOLA GONG & TIAS TATANKA MEMBINA GENERASI CINTA BUKU”

  1. Helga Says:

    Great Site - really useful information!

  2. sikh Says:

    Thank you very much.m

  3. mik Says:

    simple but quality, thanks!

  4. Tina Says:

    excellent texture.u

  5. Katie Says:

    Hi!

  6. lora Says:

    Good Site! Keep Doing That!

  7. glory Says:

    I just wanted to say WOW!

  8. cheng Says:

    Good Site! Keep Doing That!k

  9. Hillari Says:

    Good site - you\’re a pretty good writer.

  10. bily Says:

    Thanks so very much for taking your time to create this very useful and informative site.C

  11. Hillari Says:

    Great site!e

  12. Payday Loans Says:

    Wonderful summary pertaining to TIAS TATANKA MEMBINA GENERASI CINTA BUKU. Always love your view.

  13. cheng Says:

    Nice resource, very interesting reading…”

  14. Helga Says:

    This is a great tutorial thanks!

  15. Marilyn Says:

    Excellent web site I will be visiting often.

  16. cheng Says:

    wow nice!n

  17. zack Says:

    Pretty nice site, wants to see much more on it!a

  18. niken ramadani Says:

    di dukung kang
    emang pengetahuan itu penting banget

Leave a Comment