A. BELAJAR SAMBIL MENYUMBANG:
Rumah Dunia adalah sebuah pusat belajar jurnalistik, sastra, dan film bagi masyarakat, terletak di halaman belakang belakang rumah Gola Gong seluas 1000 meter persegi, di Komplek Hegar Alam 40, kampung Ciloang, Serang 42118, Banten. Setelah bergulir 7 tahun, kegiatan-kegiatan di Rumah Dunia semakin banyak dan seolah menjadi taman budaya alternatif di Banten. Bahkan menjadi secara nasional dijadikan rujukan komunitas baca yang progresif. Sesuai dengan kebutuhan itu, kini Rumah Dunia sedang berusaha membebaskan tanah seluas 2873 meter persegi. Lokasinya persis di depan Rumah Dunia, tempat biasa dipergunakan parkir. Jika tanah itu berhasil dibebaskan dengan bantuan sedekah dari teman-teman, akan kami bangun gedung kesenian, WC umum bagi warga, kios jajanan kampung, ruang pameran, gedung perpustakaan, panggung terbuka, galeri lukisan, dan lapangan basket. Read the rest of this entry »
Hari ini (Rabu, 20 Mei 2009) Kompas.com memberitakan bahwa cawapres PrabowoSubianto mendaftarkan binatang peliharaan kuda berjumlah 84 ekor, yangmembuat dia menjadi cawapres terkaya dengan total harta Rp 1,7 triliun. Mantan Panglima Kostrad itu mendaftarkan binatang peliharaan sebagai harta kekayaan karena ternyata harganya melebihi mobil mewah.
Mobil sedan BMW 750Li saja berharga sekitar Rp 2,5 miliar, atau Mercedes Benz terbaru, seri E300, sekitar Rp 1,3 miliar, sementara tiga kuda milikPrabowo mencapai harga Rp 3 miliar per ekor. “Kuda itu harganya Rp 3 miliar per ekor. Tidak ada orang lain di Indonesia yang punya kudasemahal itu. Bahkan, mungkin termahal di Asia,” ungkap Emon, karyawan Nusantara Polo Club saat ditemui Persda Network di Jagorawi Golf andCountry Club (JGCC), Bogor, Jawa Barat. Read the rest of this entry »
Inilah tanah seluas 2873 meter persegi, persis di pintu masuk Rumah Dunia. Andai tanah itu bisa kita bebaskan, akan dibangun learning centre atau bahkan civic centre berupa: lapangan basket, panggung terbuka, gedung kesenian, gedung perpustakaan, kios seni/galeri, ruang pameran, kios jajanan kampung, dan WC umum tempat warga nyuci, buang hajat, karena masih banyak yang memanfaatkan irigasi yang kini kotor. Mulai dihulirkan 20 april 2009, hingga 5 Mei sudah 380 meter persegi berhasil kita bebaskan.
Subhanallah, per-5 Mei 2009 rencana pembebasan tanah seluas 2873 m2 untuk pengembanan Rumah dunia, yang lokasinya persis di depan Rumah
Dunia sudah 384 m2. Naik-naik ke puncak gunung, ya Rabb… Penyumbang Mila Ermila Hendriyani, Yani Jazz Me 1 m2, H.Djadjat Mudjahidin 2 m2, Ade O Chanel 2 m2, Ubayhaqi Lampung 1 m2, Putut Wijanarko (Mizan Bandung) 4 m2. Ayo, siapa mau bersedekah untuk menuju INDONESIA MEMBACA? Tanah itu peruntukannya untuk civic centre; wc umum untuk warga, lap.basket, gedung kesenian, gedung perpustakaan, kios seni/galeri, kios jajanan kampung Semoga postingan saya ini tidak membebani, membuat bosan dan kesal. Saya mohon maaf. Anggap saja ini bagian dari pemerataan informasi. Saling berbagi pengalaman. Semoga Allah memudahkna segala urusan kita… Read the rest of this entry »
“Rumahku Rumah Dunia, Kubangun dengan Kata-kata,” (Prasasti, 1996 - 2001). Rumah Dunia adalah lini sosial di Yayasan Pena Dunia. Didirikan oleh Heri Hendrayana Harris (Gola Gong). Berakta notaris Fachrul Kesuma Dharma, SH, nomor 006, 12 Juni 2006, alamat Alamat: Komplek Hegar Alam No. 40 Ciloang, Serang 42118, Banten, Tlp 0254-224955. E-mail: rumahdunia@yahoo.com. Situs: www.rumahdunia.net
I. RUMAH DUNIA SEKILAS PANDANG
Mimpi-mimpi memiliki perpustakaan pribadi yang diperuntukan bagi masyarakat umum (anak-anak dan remaja), berawal dari kondisi Banten yang buruk. Selain iklim membaca dan mengkajinya kurang, Banten juga miskin akan sarana dan prasarana perpustakaan. Padahal yang demikian merupakan prasyarat membangun budaya kritik dan intelektual.
Keadaan (pemerintah) Banten yang demikian susah diharapkan bisa melakukan perubahan secara cepat membuat kami berpikir bahwa perubahan ini harus dimulai dari rumah kami. Lantas Gola Gong dan Tias Tatanka bersiasat melalui pembukaan sebuah “perpustakaan” kecil di garasi rumah sekitar 1998. Anak-anak komplek Hegar Alam, di mana pasangan suami istri ini tinggal, diundang agar datang untuk membaca. Pada periode selanjutnya, perpustakaan tadi dipindahkan ke belakang rumah. Gola Gong dan Tias Tatanka mengundang anak-anak kampung, selain anak komplek, untuk datang membaca. Read the rest of this entry »
Ketika saya menulis ini, seseorang berdiri di belakang dan mengatakan saya bukan warga negara yang baik. Orang itu mengingatkan, pesta lima tahun sekali ini harus dirayakan dengan sumringah dan penuh cinta kasih. “Kita harus bersyukur, karena masih diberi umur panjang merasakan pesta rakyat limatahun sekali,” tambah orang itu yakin. “Belum tentu lima tahun berikutnya kita masih hidup!”
MERASA BENAR
Saya bingung. Pesta yang mana? Pesta lima tahun sekali itu? Siapa yang berpesta? Saya sebagai rakyat tidak merasakan pesta itu. Saya tidak pernah membuat kartu undangan dan meminta orang-orang untuk datang ke pesta saya. Apalagi dengan iming-iming kado atau door prize jika orang-orang datang ke pesta saya. Yang saya rasakan justru, mereka memaksa-maksa saya untuk datang ke pesta mereka. Read the rest of this entry »
Tak pernah saya menduga suatu siang akan bertemu dengan seorang gadis muda yang memiliki semangat menyala-nyala, dalam keterbatasan fisiknya. Kedua tangannya bergerak tanpa koordinasi yang imbang, bahkan tangan kanannya cenderung kaku.
Kedua kakinya tak mampu menopang tubuh kecilnya, membuat Vika, demikian gadis itu disapa, berjalan ‘ngesot’ atau bertumpu pada kursi roda yang khusus dibuat untuknya. Kursi roda itu hadiah ulang tahunnya ke 15, dirancang memiliki pegangan bagi kedua jemari tangannya.
Kursi tanpa sandaran, dengan roda putar yang membuatnya leluasa bergeser ke samping kanan kiri. Dengan alat itu ia tak begitu lelah untuk berpindah ruangan.
Bukan kekurangan fisik Vika yang membuat saya sengaja menemuinya, setelah ibu-bapaknya menyerahkan manuskrip sajak dan diarynya pada saya, di suatu sore di Rumah Dunia. Tapi karena dalam sajak itu saya mendapat sebuah spirit besar. Kata-kata dalam sajak itu biasa saja, tapi saya menangkap ketulusan di dalamnya. Satu hal lagi: tidak ada rintihan di sana. Selalu bersemangat, bermuara pada keinginannya untuk dapat berjalan sendiri. Read the rest of this entry »
Pada Sabtu, 21 Maret, pukul 15.00 WIB, Rumah Dunia kedatangan tamu luar biasa. Mereka orang-orang hebat. Di usia muda, mereka sudah berkiprah di tingkat nasional. Diawalai dengan rombonga Ahmad Mukhlis Yusuf (Direktur kantor berita Antara, Jakarta) asal Pandeglang, Machsus Thamrin (wartawan senior ANTEVE) dari Pandeglang, dan Toriq Hadad (Pemred majalah Tempo). Mereka baru saja mengikuti seminar di Universitas Matlaul Anwar, Menes, Pandeglang. Kemudian menyusul Bang Syamsudin Noor Chaesy (Pemipin Umum koran Junas) putra Residen pertama Banen, Achmad Chatib, Handy Soetisna, U. Saefusin Nooer (Direktur Bank Muamalat Indonesia) Pandeglang juga, dan Dodi Nandika (Sekjen Depdiknas) dari Lebak. Read the rest of this entry »
“ Hujan…ya hujan, Air…ya air” Lelaki berambut gondrong, berkumis lebat, dan berpakaian hitam itu membacakan puisinya dengan gaya teaterikal yang kental. Suaranya berirama, penuh kekuatan, membuat penonton terkesima. Tua dan muda. Anak-anak juga terpaku. Aksen sundanya yang khas tidak juga hilang.
Lelaki itu Iman Soleh, si Raja Monolog, salah seorang seniman Bandung yang juga pimpinan komunitas Celah Celah Langit (Culture central of Ledeng). Hari itu (Sabtu,21/3) berkesempatan datang ke Rumah Dunia untuk mengadakan workshop olah tubuh dan pembacaan puisi. Read the rest of this entry »
Puncak acara 7 Pesta Rumah Dunia pada hari Minggu (8 Maret 09). Selain pembagian hadiah, pementasan teater anak-anak Rumah Dunia, juga parade musik jalanan alias pengamen anak-anak. Ini pemandangan unik, karena penampilan para pengamen jalanan itu “aneh” bagi anak-anak kecil, bahkan para relawan. Mereka seperti segerombolan anak-anak punk, yang biasa mereka lihat di film-film layer lebar.
Anak-anak pengamen jalanan itu terdiri dari grup Piercing (tindik) dari Rawu, Kaloeng dari Kaligandu, Jaman Band dari terminal Pakupatan, dan tuan rumah lkampung Ciloang The Zipiet. Wahyu, yan pernah mendapat beasiswa sekolah dari RD saat SMP kini sudah di SMA. Wahyu pemimpin grupnya. “Mata kami sipit semua, jadi nama grupnya ‘Zipiet’!” Wahyu tertawa.
“Penampilan mereka lumayan. Anak-anak terhibur,” kata Tias Tatanka, pendiri Rumah Dunia. Masing-masing grup menyanyikan 2 lagu sendiri dan 1 lagu orang lain (band terkemuka). “Mereka diberi uang transport alakadarnya, Rp. 50.000,-/grup. Itung-itung ngamen aja di Rumah Dunia!” tambah Roy Goozli, ketua pelaksana 7 Pesta Rumah Dunia..
Tidak bisa aku cegah,tiba-tiba meneyruak rasa haru. Istriku pernah bilang, “Aa, yakin dengan rencana mendirikan Rumah Dunia? Ini akan membutuhkan nafas panjang; materil dan moril. tidak akan ada hentinya..” Aku mengangguk. Ini bukan lagi pekerjaan, tapi kewajiban. Di dalam setiap diri kita; apakah itu pikiran, tenaga, bahkan harta, ada hak untuk orang lain. Dengan Rumah Dunia, semoga bisa ada manfaatnya. Untuk memajukan negeri ini, tidaklah perlu muluk-muluk. Mari dimulai dari rumah, dengan anak-anak kita. Tias- istriku tercita, berani memulainya dengan aku. Tias tidak pernah menuntut emas permata ketika aku mendapatkan rezeki lebih dari royalti novel. Tias begitu mendukung mimpi-mimpiku. Karena Tias pun memiliki mimpi yang sama. Tias ingin, seluruh yang ada di tempat kami bermanfaat bagi semua. Read the rest of this entry »
Saya sering merenung, betapa ikan lezat di meja makan, siapa gerangan yang menanam? Pernah suatu hari di pelabuhan rakyat Pare-pare, Sulawesi, saya berdiskusi dengan seorang nelayan. Dia bilang, negeri kita banyak lautnya. Ikan disediakan oleh allah SWT. Tidak ada yang menanam. Tapi, kenapa kita lupa bersyukur? Kenapa kita tidak mendukung nelayan, yang setiap hari berjasa menyebabkan kita nikmat menyantap lezatnya ikan di meja makan? Nelayan di negeri ini tak ubahnya seperti petani. Mereka kadang tidak senikmat kita menyantap hidangan di meja makan. Maka, kutulis sajak alakadarnya tentang dunia ikan. Read the rest of this entry »
Program “Panggung: Teater Untuk Semua” di Banten TV, kini memasuki bulan kedua. Pada Januari 09 kelompok teater Cassanova dari STSI Bandung, kini giliran kelompok teater “Nol” dari SMAN Jawilan, Serang. “Pengambilan gambarnya di taman budaya Rumah Dunia,” kata Mahrup NR, produser.
Roni M Khalid, penulis naskah sekaligus sutradara menyambut antusias program “Panggung” yang digagas Banten TV. “Program ini menyemangati anak-anak muda di Banten yang senang berteater. Hampir semua sekolah di Banten memiliki eskul teater. Ini bagus juga buat Banten TV, kalau ingin diterima di Banten. Program ‘Panggung’ ini lagnkah yang baik,” tambah Roni.
Lakon yang dibawakan teater “Nol” yang akan dipentaskan Sabtu, 21 Februari (hari ini – red), pukul 19.30 WIB di taman budaya Rumah Dunia berjudul “Rugrag”. Naskah yang ditulis Roni bermakna melampaui batas atau ambruk. Menceritakan tentang tokoh seorang Mardan, mantan jawara yang memiliki istri ronggeng.Mardan merasa hidup ini sangat sulit, di luar kemampuannya. Dia kesulitan mengatasi istrinya yang gemar menari. Dia juga selalu dihantui masa lalunya sebagai preman. Bahkan anak lelakinya dipenjara, karena ulahnya. Juga nafsu duniawinya sebagai seorang jawara, masih membaluti
tubuhnya. Pertarungan batin inilah yang diangkat ke dalam lakon “Rugrag”.
”Rumahku rumah dunia, kubangun dengan kata-kata.” (Prasasti, 1996 - 2001)
***
Tanpa terasa, ini minggu terakhir di Januari 2009. Kegiaan Rumah Dunia terus menggelindig like a rolling stones. Ini membuat para relawan terus berlari mengejar mimpi-mimpi. Tak ada kata menyerah. Setiap minggu diisi kegiatan. “Belajar berorganisasi di sini,” kata Abdul Salam, relawan asal Waringin Kurung, pelajar kelas 1 SMA PGRI 1 Serang. Di Februari 2009, kegiatannya seru-seru. Ada “Panggung: Teater Untuk Semua”, yang akan live di Banten TV pada 30 Januari, Pukul 19.00. Juga, ini yang bakalan heboh: Lomba Baca Puisi Wong Clik, pada Minggu 8 Februari 2009, pukul 08.30. Ini yang kedua dan pasti heboh!
Oke, silahkan baca agenda Februari Rumah Dunia. Jika ada yang tertarik datang, tinggal memberi kode di almanak dinding: Read the rest of this entry »
luka karena ujung pisau
tapi aku enggan mengobati
karena duka lain bakal datang
Heri H Haris
(Balada Si Roy, Buku “Joe’: episode Roy Boy Blues, 1989)
***
Kalau Allah mengijinkan, “Balada Si Roy” dilayarlebarkan oleh Pt. Indika Ent., pertanyaannya: siapa yang cocok memerankan tokoh “Roy”? Beberapa kali “Balada Si Roy” ggal difilmkan. Dulu, saat sya pulang dari Jepang, tiba-tiba bayak yang mengumpat dan memaki-maki saya. Ada apa ini? Ternyata para pembaca “Balada Si Roy” kecewa dengan film “Balada Si Roy”. Saya bingung. Read the rest of this entry »
Kalau kmu mau ke Rumah Dunia, harus tahu dulu lokasinya di mana. Rumah Dunia terletak di sekitar PINTO TOL SERANG TIMUR. Di manakah Serang itu? Beada di sebelah barat pulau Jawa. Serang itu ibukota Provinsi Banten. Jadi, kalau mau ke Rumah Dunia, dari arah mana saja cukup sekali naik mobil. Contoh, kalau kamu dari Surabaya, naik bus malam jurusan Merak. Nanti keluarnya di pintu tol Serang Timur. Dari Amerika juga begitu. Naik pesawat, turun di bandara Soekarno Hatta, naik taksi ke Rumah Dunia, keluar di pintu tol Serang Timur. Bisa juga naik bus jurusan Merak dari Kali Deres. Nah, dari pintu tol Serang timur tidak jauh. Semua kendaraan setewlah bayar di pintu tol Serang timur, pasti langsung belok kiri. Turun aja di PATUNG. Naik ojek Rp. 5000,-. Kalau mobil pribadi, di Paung itu lagnsung belok kanan ke arah kota. Setelah Higland Park (Kota Seran Baru), Toyota shor room, langsung belok kiri. Alamatnya: Rumah Dunia, Pintu tol Serang Timur, Kemang Pusri, Komplek Hegar Alam 40, Kampung Ciloang, Serang 42118. Tlp: 0254-224955. Sampai jumpa, ye! (Foto-Abdul Salam dari kampung Bojong desa Waringin Kurung, Serang barat, dititipkan keluarganya untuk jadi relawan di Rumah dunia pada pertengahan 2008 (*)
Setelah digodok selama sebulan (Desember), maka agenda 2009 Rumah Dunia diresmikan. Padt, fuill house. setiap Sabtu selalu ada kegiatan. Para relawan Rumah Dunia siap jomloooo! REGULER, SETIAP PEKAN:
1. Wisata Tulis – Senin – Tias/Mita
2. Wisata Dongeng – Selasa – Tias/Mita
3. Wisata Musik – Selasa – Firman Ve/Wahyu
4. Wisata Expresi – Rabu- Dedi Setiawan
5. Wisata Gambar – Kamis – Indra K
6. English on Friday – Iin – Jumat
7. Kelas Puisi - Toto ST Radik – Jum’at
8. Les Komputer – Awi/Juned – Senin-Jumat
9. Sosialissi Kelas Menulis ke-13 – Gola Gong – Minggu 4 Jan
PROGRAM UNGGULAN:
10. LUMBUNG BANTEN: Diskusi ”Kekuasaan dan Dinasti di Banten” – Ibnu AA/Aji S, Pembicara: Abdul Hamid, Tb. Iman Ariyadi, Andika Hazrumy, Ali Suro, Sabtu 10 Mei 09 Pukul 13.30 WIB
11. MISBAR: Film anak-anak – Awi - Sabtu 10 Jan 09 – Pukul 19.30
12. PUSLING RUMAH DUNIA: Dolan ke SMA Waringinkurung – Salam - Sabtu, 17 Jan 09, pukul 08.30
13. PANGGUNG RUMAH DUNIA: Teater Cassanova dari Bandung – Dedi S - Sabtu, 24 Jan 09, pkl 19.30
14. LUMBUNG BANTEN: Bedah Buku Puisi karya Rahmat Heldy HS – Ibnu AA - Sabtu, 31 Jan, pkl 13.30, Pembicara: 1) Al-Faris, 2) Sulaiman Djaya
*) KETERANGAN:
MISBAR : Nonton bareng dengan media LCD sumbangan Yayasan Tunas Cendekia, Jakarta
LUMBUNG BANTEN : Dokumentasi karya tentang Banten dan oleh penulis Banten
PANGGUNG RUMAH DUNIA : Pertunjukan teater bulanan dari sekolah, perguruan tinggi, dan umum
PUSLING : Perpustakaan keliling dengan bajaj
Geliat teater di Banten disambut baik oleh TV lokal pertama di Banten, Banten TV, dengan membuat program ”Panggung Rumah Dunia: Teater Untuk Semua”. Bekerja sama dengan Rumah Dunia, Banten TV secara live akan menayangkan program dialog interaktif di minggu ketiga setiap bulannya. ‘Tayangan perdana adalah sosialisasi program, live pada 23 Januari nanti. Pukul 19.30,” kata Benyamin Rasyid, GM Banten TV. Rumah Dunia selaku pelaksana sedang berbenah diri menyiapkan panggung. ”Backdrop layar hitam dan putih sudah dipasang,” Dedi Setiawan, PJ Teater Rumah Dunia, menegaskan. ’Lighting pun ada sekitar 16 buah. Siaplah!” Dedi menambahkan, pertunjukkan pertama pada Sabtu, 24 Januari 2009, pukul 19.30. ”Sebagai pemanasan, teater Casanova dari STSI Bandung siap tampil!” Pementasan itu akan disiarkan di Banten TV pada 30 Januari 2009, pukul 19.30.
Sekitar 12 kelompok tater pelajar dan mahasiswa di Banten sudah siap mengisi program ”Panggung Rumah Dunia” Teater Untuk Semua”. Dengan kegiatan rutin perbulan ini, seoga Pemprov Banten menyegerakan pembangunan gedung kesenian atau Taman budaya Banten. Pada saat itu juda kelompok musikalisasi puisi KI AMUK, pimpinan Firman Venayaksa, presiden Rumah Dunia, tampil.(*)
Betapa bahagia hatiku ini, melihat anak-anak di Rumah dunia, yang 8 tahun lalu masih culun-culun, kini bisa membuat sebuah kegiatan ‘Liburan Seru Tahun Baru di Rumah Dunia”, Rabu siang tadi (31/12/08) untuk adik-adiknya. Tahun baru Islam, 1430 H sekaligus 2009 Masehi dirayakan. Ketika semua orang sibuk mengisi tahun baru ke pantai, ke gunung, bahkan ke luar negeri, anak-anak di kampung Ciloang memilih liburan seru di halaman belakang rumahku; Rumah Dunia. Ada Siti Sahauni yang pada 2000 berjualan kerupuk dan menjadi pemulung, kini sudah di kelas 2 SMA. Tuti dan Sri yang dulu sepulang sekolah juga jadi pemulung, kini tumbuh jadi remaja SMKN yang aktif bermain teater. Nadratul Ain yang pemalu, kini di SMKN, berani jadi ketua pelaksana dan pembawa acaraRead the rest of this entry »
Mengalirlah setiap kata dari hati kita lewat senjata pena! Setiap kata penuh makna akan mengisi setiap jiwa luka. Menggeliatlah kita dengan senjata pena menuju matahari terbit. Dengan senjata pena, kita akan berdiri tegak; melahirkan generasi kuat di negeri ini. Negeri yang dihuni para tunas bangsa yang memiliki identitas dan jati diri: anak-anak negeri yang bangga akan kebudayaan negerinya. Ingatlah: MENJADI BERGUNA JAUH LEBIH PENTING DARI SEKEDAR MENJADI ORANG PENTING! DAN JANGAN MERASA BENAR, TAPI BERBUAT BENAR!
MY PROFILE:
Call me Gola Gong. I am a profesional writer (novel, TV Program, movie), based in Serang, Banten, Indonesia. Tias Tatanka is my beloved wife. I got 4 children; Bella, Abi, Odi, Kaka. I have a community like learning centre; the name is Rumah Dunia (the world home) and Forum Lingkar Pena (Muslem Writers Community). Call me up at 081513310132 and email: gm_cakrawala@yahoo.com
MAGICAL WORDS: Berbahagialah orang yang banyak memiliki kekurangan, karena dengan begitu dirinya akan mnejadi kuat. Bersyukurlah bagi orang yang banyak memiliki kelebihan, karena belum merasakan ujian. Tapi diantara keduanya, yang paling beruntung adalah orang yang memiliki kelebihan dari hasil tempaan kekurangannya sendiri. (Gola Gong)
Aku taburkan rumput di halaman belakang, di antara pohon lengkeng dan mangga, sudah tumbuhkah bunganya? Aku ingin menaburkan sajak di jalan setapak, di seberang istana merpati, yang tak pernah terkurung, karena aku dan kamu selalu ingin melayang jauh, melihat angkasa dan bintangbintang, dari atap rumah kita. Aku akan ceritakan kelak pada anakanak, tentang matahari, bulan, laut, gunung, pelangi, sawah, bau embun, dan tanah, aku ajari anakanak mengerti hijau rumput warna bunga dan suara (Tias Tatanka)
MARI KITA DUKUNG GERAKAN LITERASI LOKAL DI "ODE KAMPUNG 3: TEMU KOMUNITAS LITERASI SE-INDONESIA", 7-10 NOVEMBER 2008 DI RUMAH DUNIA, KOMPLEK HEGAR ALAM 40, PINTU TOL SERANG TIMUR, KEMANG PUSRI, KAMPUNG CILOANG, SERANG 42118
Dana sementara untuk "Ode Kampung 3": 1) Kas Rumah Dunia Rp. 5.000.000,-, 2) GG Rp. 2.000.000,-, 3) Fahri Asiza dkk Rp. 1.000.000,- 4) Klub Penulis Rumah Dunia Rp 3.000.000,- 5) Jack Lamota Rp. 1.500.000,- 6) Siapa menyusul?
Kau harus berani mengatakan "tidak" untuk yang salah dan "ya" untuk yang benar. Kau harus melindungi martabat rumahmu dengan menjaga saudara-saudara perempuanmu dan ibumu. Kau harus berani melindungi yang tertindas. Dan jika kau berkeluarga nanti, kau sudah mati sebagai lelaki, tapi kau berganti menjadi suami dan ayah. Kau harus selalu pulang ke rumah dan mengabdi kepada istri dan anak-anakmu. Kau harus bekerja dan menafkahi mereka. Kau harus jadi ayah dan suami yang bisa menjaga kehormatan mereka.
BANTEN MEMBACA ADALAH SEBUAH GERAKAN YANG DINIATKAN UNTUK MENUJU BANTEN BARU, YANG TIDAK DIIDENTIKKAN LAGI DENGN BUDAYA KEKERASAN SEPERTI JAWARA, SANTET, TELUH, BLACK MAGIC!
THE WORLD HOME: My home, the World Home. I build her on words. My home, the World Home, I build her with many meanings. My home, the World Home. I build her with all my Love. From day by day, together we build the country. From time to time, We will stand hands in hands. Banten, Banten our homeland. My Lord, bless the country My Lord, sky and seas be always blue (By Wawan Husin)
KATA MAKNA:
Jangan merasa paling benar, tapi mari berbuat benar.
BUKU ANYAR GOLA GONG: AKU, ANAK MATAHARI (Semesta, Salamadani, November 2008). LAUNCHING 13 NOVEMBER 2008, PANGGUNG UTAMA INDONESIA BOOK FAIR, ISTORA SENYAN, PUKUL 15.00 WIB.
RUMAH DUNIA part of the WORLD PEN FOUNDATION (Yayasan Pena Dunia) is active in social and education circles. Registered by the notary public Mr. Fachrul Kesuma Dharma, SH and Instruction Ministry of Judicial Affairs and Human Right number C-1580.HT.01.02/2006/July 31st . Registration of tax: 02.566.373.3 – 401.000. Rumah Dunia gives an opportunity to everyone to participate in developing human resources, especially children and teenagers in Banten. The donation may be in the form of books, pencils, pens, paper, erasers, crayon, and money. The donation is not binding. We will use the donation to add the collection, fund the activities, and buying competition presents. All of those are conducted in other that the children be diligent to come to Rumah Dunia. Therefore, they are clever, critical, and happy facing their life.If you interest to support us, please to Bank Account on behalf of YAYASAN PENA DUNIA Cq. Heri Hendrayana Harris
Bank Rakyat Indonesia Serang, Banten – Indonesia No. 0084 – 01 – 034240 – 50 - 5